Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Ning Hani Ajak Santri Pondok Pesantren Rofi’atul Islam Jadi Generasi Peduli Lingkungan

Ning Hani Ajak Santri Pondok Pesantren Rofi’atul Islam Jadi Generasi Peduli Lingkungan

KREJENGAN – Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini, termasuk di lingkungan pondok pesantren. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ saat memberikan sosialisasi program Eco Pesantren di Pondok Pesantren Putri Rofi’atul Islam Desa Sentong Kecamatan Krejengan, Jum’at (18/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo dengan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo dalam mendorong kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda, khususnya para santri.

Dalam kegiatan tersebut hadir Penyuluh Lingkungan Hidup Muda DLH Kabupaten Probolinggo Darwanti Impiani yang memberikan edukasi mengenai konsep Eco Pesantren serta pentingnya membangun lingkungan pondok yang bersih, sehat dan ramah lingkungan.

Darwanti menjelaskan, Eco Pesantren tidak sebatas menjaga kebersihan lingkungan pondok, tetapi merupakan upaya membangun kebiasaan dan budaya peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Pesantren memiliki ruang yang besar untuk menanamkan nilai tersebut karena santri menjalani aktivitas pendidikan sekaligus kehidupan bersama dalam lingkungan pondok.

Penyuluh Lingkungan Hidup Muda DLH Kabupaten Probolinggo Darwanti Impiani memberikan edukasi tentang eco pesantren. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

“Melalui Eco Pesantren, kami berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi materi yang disampaikan, tetapi bisa menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di pondok pesantren,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan prinsip ramah lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kebersihan, mengurangi timbulan sampah, mengelola sampah dengan benar, menjaga penggunaan air dan energi serta memanfaatkan lingkungan pondok secara lebih baik.

Darwanti berharap edukasi yang diberikan dapat diterapkan secara nyata oleh pengelola maupun para santri Pondok Pesantren Putri Rofi’atul Islam sehingga semangat Eco Pesantren dapat tumbuh menjadi budaya yang berkelanjutan.

Sementara Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ memberikan penguatan mengenai pengelolaan sampah dengan menerapkan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse dan Recycle atau mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang.

Santriwati Pondok Pesantren Putri Rofi’atul Islam Desa Sentong Kecamatan Krejengan mengikuti sosialisasi eco pesantren. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

Founder Komunitas Peduli Lingkungan Jenggala tersebut mengajak para santri memahami bahwa persoalan sampah bukan hanya urusan kebersihan, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat di masa mendatang.

“Isu sampah ini mungkin kurang populer di kalangan remaja. Padahal, ini sangat penting untuk keberlangsungan hidup anak cucu kita nanti. Kalau kita merawat alam, Insya Allah alam juga akan merawat kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah yang tepat juga dapat memberikan manfaat ekonomi. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai dapat dipilah dan dimanfaatkan untuk dijual, sementara sampah organik dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Selain menjaga kebersihan, sebenarnya ada dampak ekonominya. Kalau sampah dikelola dengan tepat, yang anorganik bisa dipilah dan memiliki nilai jual. Sementara yang organik bisa dimanfaatkan, misalnya menjadi produk untuk pakan ternak seperti yang kami terapkan di komunitas kami,” jelasnya.

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ memberikan sosialisasi program Eco Pesantren di Pondok Pesantren Putri Rofi’atul Islam Desa Sentong Kecamatan Krejengan. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

Menurut Ning Hani, kebiasaan menjaga lingkungan tidak bisa dibangun hanya melalui satu kali sosialisasi. Dibutuhkan konsistensi dan keterlibatan bersama agar kepedulian tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Karena itu, ia meminta para santri tidak berhenti pada pemahaman tentang sampah, tetapi mulai menerapkannya dari lingkungan pondok, kemudian membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Kami berharap kalian semua memahami apa yang saya sampaikan. Sepuluh sampai dua puluh tahun ke depan, kalian adalah generasi penerus kami. Jangan sampai budaya peduli lingkungan ini hilang,” pesannya.

Ia menambahkan, menjaga lingkungan pada dasarnya merupakan investasi jangka panjang. Apa yang dilakukan generasi saat ini akan menentukan seperti apa lingkungan yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Suasana sosialisasi Eco Pesantren yang digelar di Pondok Pesantren Putri Rofi’atul Islam Desa Sentong Kecamatan Krejengan. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

“Mulai dari hal kecil. Jangan membuang sampah sembarangan, kurangi sampah yang tidak perlu, gunakan kembali barang yang masih bisa dipakai dan manfaatkan sampah yang masih memiliki nilai. Kebiasaan kecil seperti ini kalau dilakukan bersama akan menjadi gerakan besar,” tambahnya.

Pengurus Pondok Pesantren Putri Rofi’atul Islam Ning Elok Faiqoh menyampaikan terima kasih atas edukasi dan perhatian yang diberikan kepada para santri.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai sosialisasi, tetapi dapat menjadi program yang berkelanjutan di lingkungan pondok pesantren. Pihaknya juga berharap dukungan dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dapat terus diperkuat.

“Kami berterima kasih atas edukasi yang diberikan kepada para santri. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi program berkelanjutan sehingga kepedulian terhadap lingkungan benar-benar menjadi kebiasaan di pondok,” ungkapnya.

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ bersama santriwati Pondok Pesantren Putri Rofi’atul Islam Desa Sentong Kecamatan Krejengan. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

Kegiatan Eco Pesantren di Pondok Pesantren Putri Rofi’atul Islam tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas dan pesantren untuk menanamkan kepedulian lingkungan kepada generasi muda. Dari lingkungan pondok, kebiasaan sederhana dalam mengelola sampah diharapkan tumbuh menjadi budaya yang terus dibawa para santri dalam kehidupan bermasyarakat. ***

Penulis: Haryo Rusdianto Susilo
Editor: Tim Bromo Info