Thursday, October 28, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Minggu Kedua Ramadhan, Harga Sejumlah Bahan Pokok Stabil

Minggu Kedua Ramadhan, Harga Sejumlah Bahan Pokok Stabil

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Harga sejumlah bahan pokok di 34 pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo hingga 26 April 2021 cenderung stabil. Hal ini berdasarkan pemantauan harga yang sudah dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo.

Dari pemantauan tersebut diketahui rata-rata harga sejumlah bahan pokok. Yakni, beras premium Rp 10.167/kg, beras medium Rp 8.950/kg, gula pasir dalam negeri Rp 12.083/kg, minyak goreng curah Rp 13.483/kg, daging sapi Rp 99.292/kg, daging ayam bloiler Rp 37.042/kg, telor ayam bloiler Rp 23.521/kg, cabe merah besar Rp 46.292/kg, cabe rawit Rp 55.958/kg, bawang merah Rp 22.625/kg, bawang putih Rp 23.167/kg.

“Untuk indeks harga sembako atau kebutuhan pokok di Kabupaten Probolinggo dari data di 34 pasar se-Kabupaten Probolinggo, Alhamdulillah untuk harga masih stabil. Sampai minggu kedua Ramadhan tanggal 26 April 2021 masih stabil,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Taufik Alami, Jum’at (30/4/2021).

Menurut Taufik, ada beberapa komoditas yang memang sempat naik di minggu pertama Ramadhan yaitu daging ayam bloiler yang sempat menyentuh angka Rp 40.000/kg. Namun sekarang sudah turun menjadi Rp 38.000/kg atau Rp 36.000/kg di atas margin harga Rp 35.000/kg standartnya.

“Untuk cabe merah yang sebelumnya menyentuh harga diatas Rp 100.000 seminggu atau dua minggu sebelum Ramadhan, tetapi memasuki Ramadhan minggu pertama sudah terjadi penurunan sampai Rp 80.000/kg. Kemudian sampai Ramadhan ke minggu kedua sudah Rp 50.000/kg bahkan sudah mencapai Rp 40.000/kg atau Rp 30.000/kg untuk harga cabe,” jelasnya.

Harga yang lain termasuk beras dan gula masih standar dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Yang diperkirakan melonjak tinggi yaitu harga daging sapi, ternyata tidak terjadi kenaikan harga. Hingga tanggal 29 April 2021, harga daging sapi rata-rata Rp 100.000/kg atau Rp 102.000/kg.

“Jadi tidak ada kenaikan yang signifikan. Sebelum Ramadhan harganya masih Rp 95.000/kg, sekarang hanya mengalami kenaikan harga rata-rata Rp 102.000/kg. Artinya ada di beberapa pasar lain yang harganya mencapai Rp 110.000/kg,” terangnya.

Lebih lanjut Taufik menerangkan terjadinya lonjakan harga itu biasanya karena kebutuhan atau permintaan. Namun mungkin karena pengaruh dampak pandemi Covid-19 sehingga daya beli masyarakat turun. Dengan demikian, tidak terjadi lonjakan-lonjakan harga yang cukup signifikan.

“Namun demikian, kami dari Disperindag akan melakukan pemantauan khusus H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri. Hasil koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Probolinggo termasuk dari Bulog dan instansi terkait seperti Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Dinas Perikanan, stok untuk di Kabupaten Probolinggo masih cukup. Berdasarkan hasil dari rakor TPID Kabupaten Probolinggo stok bahan pokok sampai 3 bulan ke depan masih cukup,” tegasnya.

Oleh karena itu Taufik mengharapkan tidak terjadi fluktuasi atau kenaikan harga yang sampai melonjak drastis karena nanti juga akan merugikan masyarakat. Sudah waktunya pedagang-pedagang besar untuk memikirkan kepentingan masyarakat sebagai kepentingan yang lebih besar dalam situasi seperti ini.

“Alhamdulillah, dengan situasi yang sekarang yang sudah stabil ini, semoga tetap kondusif sampai H+7 Idul Fitri. Kami sudah programkan pemantauan harga sampai H+7 Idul Fitri. Semoga tidak terjadi lonjakan harga yang tidak stabil dan tidak ada sekelompok tertentu yang akan memanfaatkan situasi menjelang Idul Fitri dan mengakibatkan lonjakan harga,” pungkasnya. (wan)