Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > MAN 2 Probolinggo Jadi Titik Lokasi OMI Sains Jatim 2026

MAN 2 Probolinggo Jadi Titik Lokasi OMI Sains Jatim 2026

PAJARAKAN – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Probolinggo di Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu titik lokasi (tilok) pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Sains Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 untuk jenjang MI/SD, MTs/SMP dan MA/SMA.

Pelaksanaan OMI Sains tersebut berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (5-6/10/2026). Para peserta yang mengikuti seleksi tingkat provinsi merupakan siswa yang sebelumnya telah meraih juara dalam OMI tingkat kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Pada hari pertama, Senin (5/10/2026), kompetisi diikuti peserta jenjang MI/SD dan MTs/SMP. Sementara pada Selasa (6/10/2026), giliran peserta jenjang MA/SMA yang mengikuti tahapan kompetisi. Setiap hari pelaksanaan OMI Sains berlangsung dalam tiga sesi. Sistem tersebut diterapkan untuk menyesuaikan pelaksanaan kompetisi peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

OMI Sains menjadi agenda tahunan Kementerian Agama (Kemenag) yang dilaksanakan secara berjenjang. Proses seleksi dimulai dari tingkat kabupaten/kota, kemudian berlanjut ke tingkat provinsi hingga tingkat nasional.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, OMI Sains Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 dipusatkan di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Jawa Timur. Tahun ini pelaksanaan tingkat provinsi menggunakan titik lokasi di masing-masing kabupaten/kota.

Beberapa peserta saat mengikuti OMI Sains Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di MAN 2 Probolinggo. (Foto : MAN 2 Probolinggo)

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Muhammad As’adi menekankan pentingnya menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas, disiplin dan kepercayaan diri bagi peserta dalam setiap kompetisi madrasah.

“Kompetisi tidak semata-mata menjadi ajang untuk mengejar kemenangan. Lebih dari itu, setiap perlombaan harus menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman belajar,” katanya.

As’adi mengingatkan peserta agar tidak takut menghadapi kemungkinan kalah dalam pertandingan. Hasil kompetisi hendaknya dijadikan sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk terus memperbaiki kemampuan. “Bertandinglah dengan jujur, sportif, disiplin dan percaya diri. Jangan takut kalah, karena kompetisi juga merupakan pengalaman belajar yang berharga,” terangnya.

Ia juga mengharapkan peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik yang dimiliki tanpa menghalalkan segala cara demi memperoleh kemenangan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari pembentukan karakter peserta didik. “Peserta harus menghargai peserta lain dan menjaga nama baik madrasah. Tampilkan kemampuan terbaik tanpa menghalalkan segala cara,” tegasnya.

As’adi mendorong para guru dan pembimbing untuk terus memberikan motivasi serta pembinaan secara berkelanjutan. Pembinaan tersebut tidak seharusnya hanya dilakukan ketika peserta akan mengikuti lomba, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan sehari-hari.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Muhammad As’adi dalam kegiatan OMI Sains Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di MAN 2 Probolinggo. (Foto : MAN 2 Probolinggo)

“Guru bukan hanya pendamping kompetisi, tetapi juga pembentuk karakter peserta didik. Karena itu, motivasi dan pembinaan harus diberikan secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang lomba,” tambahnya.

Ia berharap proses kompetisi di lingkungan madrasah dapat melahirkan peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kejujuran, sportivitas, kedisiplinan serta sikap saling menghargai. “Guru tidak hanya bertugas mendampingi ketika perlombaan berlangsung, tetapi memiliki tanggung jawab lebih luas dalam membentuk karakter peserta didik,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info