Monday, July 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Gelar Rakor Ketersediaan Pangan dan TPID

Pemkab Gelar Rakor Ketersediaan Pangan dan TPID

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Administrasi Perekonomian dan SDA menggelar rapat koordinasi (rakor) ketersediaan pangan di daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Selasa (13/8/2019) di ruang pertemuan Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kantor Bupati Probolinggo.

Kegiatan yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko ini diikuti oleh 13 orang yang merupakan anggota TPID Kabupaten Probolinggo.

Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo Susilo Isnadi mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tanggal 19 Juli 2019 Nomor 524/6662/SJ perihal pengendalian ketersediaan pangan di daerah.

“Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) bersama dengan wakil dan anggota TPIP lainnya melaksanakan HLM TPIP. Terdapat tiga langkah strategis yang disepakati untuk menjaga inflasi 2019 tetap berada dalam kisaran sasarannya. Yakni, menjaga inflasi di kisaran 4%-5%, penguatan koordinasi dan kelembagaan serta penguatan kebijakan,” katanya.

Menurut Susilo, prinsip pengendalian inflasi dilakukan dengan 4K. Meliputi, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif. Tiga kelompok inflasi diantaranya volatile food (inflasi makanan), core inflation (inflasi inti) dan adm prices (kebijakan pemerintah).

“Kabupaten Probolinggo tidak termasuk dalam IHK (Indeks Harga Konsumen) sehingga data inflasi diambil dari BPS Kota Probolinggo. Info ketersediaan atau harga bahan pokok bisa dilihat di siskaperbapo.go.id. Oleh karenanya, Dewan Ketahanan Pangan agar diaktifkan lagi karena sebagai penentu dalam pengendalian inflasi,” tegasnya.

Sementara Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengungkapkan kesimpulan dari kegiatan tersebut diperoleh inflasi di Kabupaten Probolinggo sebesar 1,13% dan secara nasional disepakati untuk menjaga inflasi kisaran 4%-5 %. “Sedangkan di Kabupaten Probolinggo inflasi masih terjaga dibawah target inflasi nasional,” ungkapnya.

Menurut Sidik, ketersediaan pangan, produksi daging Kabupaten Probolinggo mencapai 234.993 ton. Masih surplus bahkan Kabupaten Probolinggo masuk rangking 3 produksi daging se-Jawa Timur. Beras Kabupaten Probolinggo juga surplus dan cadangan di Kabupaten Probolinggo minimal 340 ton. Stok di dolog sebanyak 25.000 ton.

“Untuk produksi ikan sampai Juli sebanyak 18.750 ton masih surplus juga dari konsumsi lokal. Jadi ketersediaan pangan berupa beras, jagung, bawang merah, daging dan ikan di Kabupaten Probolinggo surplus,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal