Monday, December 6, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Kontak Erat dan Perjalanan, Empat Orang Positif Virus Corona

Kontak Erat dan Perjalanan, Empat Orang Positif Virus Corona

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo merilis hingga Rabu (12/8/2020) malam, jumlah orang terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupaten Probolinggo kembali bertambah 4 (empat) orang.

“Dengan demikian total kasus orang terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 277 orang dengan keterangan 21 orang masih dirawat dan menjalani isolasi, 245 orang sembuh dan 11 orang meninggal dunia,” ungkap Juru Bicara Ketua Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

Anang menegaskan tambahan 4 orang terkonfirmasi positif COVID-19 ini masuk ke dalam Klaster Pelangi karena penularannya terjadi secara horizontal dan tidak jelas sumbernya dari mana.

“Rinciannya, 2 orang merupakan kontak erat dari kasus sebelumnya dan 2 orang pelaku perjalanan dari luar daerah. Keempatnya dinyatakan positif terkonfirmasi COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab positif dari BBTKL (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan) Surabaya,” jelasnya.

Lebih lanjut Anang merinci, 4 orang yang terkonfirmasi positif virus Corona ini diantaranya laki-laki berusia 22 tahun dari Desa Jabungsisir Kecamatan Paiton, perempuan berusia 44 tahun dari Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan, laki-laki berusia 26 tahun dari Desa Sumberduren Kecamatan Krucil dan perempuan berusia 19 tahun dari Desa Maron Kidul Kecamatan Maron.

“Saat ini kondisinya sehat wal afiat karena memang masuk dalam kategori OTG (Orang Tanpa Gejala). Keempatnya sedang menjalani isolasi di rumah sehat Kabupaten Probolinggo dengan pengawasan ketat dari petugas medis Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Anang menambahkan untuk tracingnya dari yang kontak erat dari kasus sebelumnya ini sudah kita lakukan sebelumnya, karena memang mereka merupakan produk dari hasil tracing. Tetapi nanti akan diperdalam lagi untuk mengetahui kontak-kontak erat yang sudah dilakukan.

“Sementara untuk yang pelaku perjalanan, tracingnya baru akan dilakukan kepada kontak-kontak eratnya baik keluarga maupun rekan kerjanya. Kalau memang diperlukan maka akan kita lakukan pemeriksaan swab,” pungkasnya. (wan)