Tuesday, June 25, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Kembangkan Tabungan Pedagang Pasar Tradisional

Kembangkan Tabungan Pedagang Pasar Tradisional

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo kini tengah berupaya untuk mengembangkan inovasi dan terobosan tabungan pedagang pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo. Serta kredit tanpa jaminan di seluruh pasar tradisional yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Inovasi dan terobosan tersebut sudah dijalankan selama 8 (delapan) bulan oleh para pedagang yang ada di Pasar Kotaanyar Kecamatan Kotaanyar bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Kini dalam sehari, tabungan pedagang pasar yang terkumpul mencapai Rp 1 juta hingga 3 juta yang berasal dari 110 pedagang. Sementara yang mendapatkan kredit tanpa jaminan sebanyak 70 pedagang yang masing-masing mendapatkan Rp 2 juta,” kata Kepala Pasar Kotaanyar Murtade.

Murtade yang kini menjabat sebagai Kepala Pasar Paiton ini menerangkan inovasi ini berawal dari keinginan pedagang pasar yang ingin menabung di BRI. Akan tetapi persyaratan untuk membuka rekening tabungan harus melakukan setoran awal sebesar Rp 150 ribu. Sebab selama ini pedagang sering menabung ke orang lain yang kadang-kadang dibawa lari.

“Kami kemudian sharing dengan pihak BRI agar mendapatkan solusi terbaik sehingga para pedagang bisa menabung di BRI. Akhirnya kami putuskan pedagang bisa menabung setiap hari kepada petugas pasar sebesar Rp 2.000. Kalau saldonya sudah mencapai Rp 150 ribu, baru akan dibuatkan rekening sesuai nama pedagang yang bersangkutan,” jelasnya.

Menurut Murtade, ternyata upaya ini disambut baik oleh para pedagang dan pihak BRI. Para pedagangpun mulai rajin menabung melalui petugas pasar. Bahkan, BRI akhirnya memberikan kredit tanpa jaminan sebagai tambahan modal bagi para pedagang.

“Jaminannya adalah tempat jualannya. Jika masih ingin tetap jualan, maka pedagang harus rajin membayar tanggungan pinjamannya kepada BRI. Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik dan BRI terus memberikan kemudahaan kepada para pedagang pasar,” terangnya.

Murtade menambahkan setiap pedagang yang menabung melalui petugas pasar akan mendapatkan struk. Dalam struk tersebut tertera sudah tabungan yang disetorkan oleh pedagang. Baru sore harinya akan diambil oleh pihak BRI dan dimasukkan ke dalam rekening masing-masing pedagang.

“Program tabungan pedagang pasar dan pemberian kredit tanpa jaminan ini sangat membantu meningkatkan perekonomian pedagang. Kalau menabung sendiri di BRI tidak memungkinkan karena setoran awalnya harus Rp 150 ribu,” tegasnya.

Sementara Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh. Natsir menyampaikan bahwa program tabungan bagi pedagang pasar dan kredit tanpa jaminan ini tentunya sangat membantu pedagang pasar. “Inovasi ini mau kami kembangkan ke seluruh pasar tradisional yang ada di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Setelah berjalan cukup baik di Pasar Kotaanyar jelas Natsir, pihaknya akan mencoba mengembangkan inovasi ini di Pasar Paiton. Sebab program ini sangat positif dalam membantu permodalan para pedagang pasar dan mengajak pedagang pasar untuk gemar menabung.

“Dengan adanya program ini, pedagang yang kekurangan modal bisa mengajukan kredit tanpa jaminan kepada BRI, sehingga nantinya pedagang akan mendapatkan bantuan kucuran modal dan terhindar dari bunga yang besar. Mudah-mudahan inovasi ini mampu membantu pedagang yang ada di pasar,” harapnya. (wan)