Saturday, April 13, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Diperta Minta Peternak Waspadai LSD

Diperta Minta Peternak Waspadai LSD

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Setelah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kini muncul varian baru bernama Lumpy Skin Disease (LSD). Sebagai bentuk antisipasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) gencar memberikan sosialisasi pencegahan dan pengendalian LSD.

Salah satunya dengan mengirimkan surat kepada Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, Camat, petugas teknis peternakan kecamatan serta lintas sektoral di Kabupaten Probolinggo.

“LSD ini masih belum masuk di Kabupaten Probolinggo, tetapi kami melakukan pencegahan dan pengendalian dini dengan berkirim surat sebagai bentuk kewaspadaan terhadap LSD,” kata Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nikolas Nuryulianto.

Niko menjelaskan LSD sendiri adalah penyakit cacar kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV). Umumnya LSD ini menyerang ternak sapi dan kerbau. Virus ini memiliki dampak sosio-ekonomis besar.

“Vektor pembawanya adalah nyamuk, lalat, caplak dan lalu lintas transportasi. Siapa tahu ada nyamuk di jalan. LSD ini lebih berbahaya dari pada PMK karena karkasnya rusak dan dagingnya tidak bisa dimakan,” jelasnya.

Untuk itu jelas Niko, kewaspadaan terhadap penyakit LSD ini perlu ditingkatkan. Diantaranya dengan memperkuat sistem surveilans deteksi dini penyakit, memperketat pemeriksaan lalu lintas hewan dan meningkatkan pengetahuan peternak sapi mengenai LSD.

“Kami meminta peternak di Kabupaten Probolinggo untuk mewaspadai LSD. Caranya dengan menjaga kebersihan kandang supaya tidak ada nyamuk. Selain itu, antisipasi lalu lintas ternak dan lakukan vaksinasi LSD,” pungkasnya. (wan)