Depan > Kemasyarakatan > Diskan Gelar Temu Lapang Budidaya Air Tawar/Payau Penerapan CBIB

Diskan Gelar Temu Lapang Budidaya Air Tawar/Payau Penerapan CBIB

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur menggelar temu lapang budidaya air tawar/payau untuk penerapan CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik) di UPT Perikanan Budidaya Air Tawar/Payau Diskan Kabupaten Probolinggo, Senin (4/10/2021).

Temu lapang ini diikuti oleh 35 orang peserta yang merupakan perwakilan petambak intensif yang ada di wilayah pesisir Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi terkait CBIB dari auditor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Pungky Kumaladewi.

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan CBIB ini harus dilakukan oleh para petambah intensif yang ada di Kabupaten Probolinggo. Dalam tahapan CBIB ini nantinya ada auditor dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melihat langsung penerapannya di tambak.

“Apabila sudah dilakukan oleh para petambak dan memenuhi persyaratan maka akan mendapatkan sertifikat CBIB dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Sertifikat CBIB ini harus dimiliki petambak untuk memenuhi persyaratan menjual hasilnya. Biasanya yang menanyakan sertifikat CBIB ini adalah eksportir,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Azis mengungkapkan temu lapang budidaya air tawar/payau penerapan CBIB ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tambak udang intensif yang ada di Kabupaten Probolinggo, baik yang dikelola oleh perusahaan maupun perorangan. Dalam menjual hasil budidaya udangnya ke pedagang atau eksportir, salah satu syaratnya harus memiliki sertifikat CBIB.

“Jadi sertifikat CBIB ini sifatnya diperlukan oleh pembudidaya udang. Karena memang CBIB ini tujuannya untuk diekspor ke beberapa Negara yang mulai memperhatikan keamanan pangan. Sertifikat CBIB ini dibutuhkan dalam budidaya udang yang baik untuk menghasilkan produk yang aman dan ramah lingkungan sesuai dengan ketentuan CBIB,” ungkapnya.

Menurut Wahid, kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi dan memberikan kemudahan bagi pembudidaya udang untuk mendapatkan sertifikat CBIB dalam rangka menjamin keamanan pangan udang yang akan diekspor.

“Harapannya para pembudidaya, khususnya petambak udang di Kabupaten Probolinggo memiliki sertifikat CBIB sehingga akan lebih mempermudah menjual hasil panennya. Udang yang memiliki sertifikat CBIB akan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar ekspor, khususnya wilayah Eropa dan Amerika,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut Auditor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Pungky Kumaladewi memberikan materi bagaimana prosedur dan tata cara untuk mengajukan sertifikat CBIB yang nantinya diperiksa dan dinilai oleh auditor sehingga layak atau tidak tambak tersebut mendapatkan sertifikat CBIB yang berlaku selama 4 (empat) tahun. (wan)