Friday, May 24, 2024
Depan > Informasi Layak Anak > Kedubes Australia Pantau Pengujian Aksesibilitas Jalan Bagi Perempuan dan Disabilitas

Kedubes Australia Pantau Pengujian Aksesibilitas Jalan Bagi Perempuan dan Disabilitas

Reporter : Syamsul Akbar
LUMBANG – Kedutaan Besar Australia (Kedubes) melalui program Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial Dalam Infrastruktur (GESIT) yang disponsori oleh Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT) melakukan pemantauan asesmen atau pengujian aksesibilitas jalan sepanjang jalur PRIM bagi kaum perempuan dan penyandang disabilitas di Desa Purut Kecamatan Lumbang, Senin (25/7/2022).

Kegiatan ini diawali dari pertigaan Desa Purut melewati depan lembaga pendidikan SDN Purut 1, layanan publik Kantor Desa Purut hingga pelayanan kesehatan. Pengujian yang dihadiri oleh 9 (sembilan) orang dari Kedubes Australia ini melibatkan personil Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Pertuni, PDKAPRO serta LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut, para kaum perempuan, anak dan penyandang disabilitas didampingi Tim Kedubes Australia dan Tim GESIT melakukan pengujian terhadap keberadaan jalan berkeselamatan di jalur PHJD (Program Hibah Jalan Daerah) Tongas hingga Sukapura tersebut.

Unit Infrastruktur Kedubes Australia Vicko Wicaksono mengungkapkan kunjungan ini bertujuan untuk review atau evaluasi dari kegiatan berkaitan dengan pengarusutamaan gender dalam infrastruktur di Kabupaten Probolinggo.

“Jadi ini bagian dari evaluasi yang nantinya menjadi bahan studi kami lebih lanjut. Apakah kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Probolinggo ini bisa cocok diaplikasikan di tempat lain,” ujarnya.

Vicko menerangkan pada dasarnya kunjungan itu hanya untuk melihat apakah kegiatan yang selama ini sudah berjalan itu sudah sesuai, baik untuk kaum perempuan maupun penyandang disabilitas.

“Dari hasil review ini nantinya kami akan berdialog dan berdiskui serta berdiskusi dengan pihak pemerintah. Tentunya dari Dinas PUPR dan penyandang disabilitas harus lebih aktif berdiskusi dengan pemerintah,” terangnya.

Lebih lanjut Vicko menegaskan evaluasi ini dilakukan untuk mempelajari hal-hal seperti apa dan kedepannya seperti apa belum bisa menentukan. Kami masih fokus kepada program yang nantinya akan berjalan sampai dengan bulan September 2022. “Secara garis besar kami mendukung program pemerintah, terutama kawasan wisata Gunung Bromo yang masuk dalam wisata nasional,” terangnya.

Sementara Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari asesmen atau pengujian infrastruktur sepanjang jalur PRIM bagi kaum perempuan dan penyandang disabilitas. Dari asesmen ini nanti diketahui ramah atau tidaknya infrastruktur yang dibangun bagi penyandang disabilitas dan perempuan.

“Untuk tim asesor dari asesmen ini berasal dari para pengurus Muslimat NU Kabupaten Probolinggo yang sudah mendapatkan pelatihan didampingi oleh Tim GESIT di Kantor Dishub Kabupaten Probolinggo. Kita sudah melakukan pelatihan asesmen bagi asesor infrastruktur PRIM bagi perencanaan dan pembangunan untuk penyandang disabilitas. Dari sini kita tahu bahwa ternyata masih banyak kekurangan dan kelemahannya,” katanya.

Menurut Taufik, melalui asesmen ini masih ada suatu gedung atau bangunan yang memakan bahu jalan. Dan ini tidak hanya bagi orang normal saja, penyandang disabiltas juga kesulitan. Selain itu diketahui, kurangnya rambu-rambu, lampu penerangan dan konstruksi jalan.

“Konstruksi jalan dan bahu jalan ini sama tingginya, harusnya ada pembeda untuk penyandang disabilitas. Kita mengambil sample disini karena sebelahnya ada lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan dan pelayanan kesehatan. Dan semuanya itu sangat ideal dan sangat bagus,” jelasnya.

Taufik mengharapkan nanti hasil asesmen ini menjadi rekomendasi kepada Pemerintah Daerah agar dalam melaksanakan suatu pembangunan juga memperhatikan aspek-aspek kaum perempuan dan penyandang disabilitas serta ramah bagi penyandang disabilitas. “Ini rekomendasi kita bahwa Forum LLAJ ini betul-betul bergerak sekarang. Dengan harapan instansi terkait memperhatikan rekomendasi-rekomendasi yang diberikan,” tegasnya.

Sedangkan Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati menyampaikan kegiatan ini sesuai dengan tujuan awal bahwa peran serta dan kapasitas perempuan dalam infrastruktur serta ingin menguji apakah jalan di pertigaan Desa Purut ini aksesibilitas bagi perempuan, anak dan penyandang disabilitas.

“Disini yang dilihat apa ada perubahan atau usulan bagi Pemerintah Daerah nantinya. Tadi kita ikutkan dari penyandang disabiltas, tunanetra, gerkatin, tunadaksa, anak-anak dan ibu hamil supaya mereka langsung menilai, ada semacam ceck list yang harus mereka isikan. Jalan ini aksesibilitas apa tidak termasuk jalan masuk SD dan layanan publik desa yang terlalu tajam,” ungkapnya.

Hal lain jelas Nurayati, rambu-rambu lalu lintas yang masih belum ada. Salah satunya lampu hati-hati karena disini pertigaan yang terkadang kendaraan dari bawah itu cepat karena memang tanjakan dan tikungan. Selain itu, rambu-rambu tertutup pohon dan lampu jalan tidak ada.

“Sangat banyak rekomendasinya. Nanti kita pleno dan kita sampaikan di Forum LLAJ untuk selanjutnya disampaikan ke Pemerintah Daerah. Harapannya jalan ini lebih aksesibilitas bagi pengguna jalan sehingga mengurangi angka kecelakaan dan nyaman bagi pengendara,” pungkasnya. (wan)