Wednesday, December 1, 2021
Depan > Pemerintahan > Kapolres Pimpin Apel Gelar Pasukan Antisipasi Bencana Alam

Kapolres Pimpin Apel Gelar Pasukan Antisipasi Bencana Alam

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono dan perwakilan Kodim 0820 Probolinggo memimpin Apel Gelar Pasukan Antisipasi Bencana Alam tahun 2021 di wilayah hukum Polres Probolinggo, Senin (25/10/2021).

Apel Gelar Pasukan Antisipasi Bencana Alam yang dilaksanakan di halaman apel Mapolres Probolinggo ini diikuti oleh personil TNI/Polri, Satpol PP, Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Perhubungan (Dishub), Tagana, BPBD serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengecekan sarana prasarana yang disiapkan sebagai antisipasi bencana alam di wilayah Kabupaten Probolinggo. Sekaligus pengecekan kesiapan personil yang akan terlibat dalam penanganan bencana.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi ketika membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh personel TNI-Polri, BPBD, Tenaga Kesehatan dan seluruh stakeholder lainnya beserta masyarakat Jawa Timur yang bersama-sama telah mendedikasikan seluruh waktu, tenaga serta pikiran dalam rangka penanganan Covid-19 di wilayah Jawa Timur.

“Kami mengharapkan kepada seluruh komponen masyarakat Jawa Timur agar tetap waspada dengan tetap patuh protokol kesehatan serta meningkatkan kegiatan vaksinasi,” katanya.

Menurut Kapolres, Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Pulau Jawa yang sering dilanda bencana khususnya bencana alam hidrometeorologi. Hal ini disebabkan karena wilayah Jawa Timur berada pada dua aliran sungai besar yaitu sungai Bengawan Solo dan sungai Brantas.

“Meningkatnya intensitas bencana alam hidrometeorologi karena dipengaruh beberapa faktor seperti meningkatnya jumlah penduduk, urbanisasi, degradasi lingkungan, kemiskinan dan pengaruh perubahan iklim global,” jelasnya.

Kapolres menekankan adanya potensi peningkatan curah hujan pada periode musim hujan tersebut. “Oleh karena itu perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi,” terangnya.

Untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi tersebut, Kapolres mengingatkan agar Pemerintah Daerah, masyarakat dan semua pihak terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak La-Nina agar bersiap segera untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung ataupun ancaman badai tropis lainnya.

“Kami meminta agar masing-masing satuan tugas menyiapkan mental dan fisik yang prima serta dilandasi komitmen moral yang tinggi dan disiplin kerja yang tinggi, hindari ego sektoral dalam penanganan bencana alam,” pungkasnya. (wan)