JEMBER – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember melakukan perbaikan geometri jalan rel di JPL Nomor 13 Jorongan–Leces dan JPL Nomor 32 Jalan Raya Malasan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan geometri dan keandalan prasarana perkeretaapian sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan perbaikan geometri merupakan langkah preventif untuk memastikan infrastruktur perkeretaapian tetap andal.
“Perbaikan geometri ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keandalan infrastruktur. Kami ingin memastikan perjalanan kereta api tetap aman sekaligus memberikan kondisi perlintasan yang lebih nyaman dan selamat bagi masyarakat,” ujarnya.
Di JPL Nomor 13 Jorongan–Leces, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penurunan track, akumulasi material halus pada balas yang mengurangi kemampuan drainase, serta permukaan aspal yang mengalami retak dan bergelombang akibat beban kendaraan berat dan getaran dinamis.
Dalam perbaikan tersebut, KAI menggunakan beton CLC sebagai bagian dari struktur perlintasan. Material ini menjadi alternatif terhadap material konvensional seperti aspal, kayu maupun pelat baja yang lebih rentan mengalami kerusakan akibat beban berat dan getaran.
Beton CLC menggunakan sistem modular dan knock-down sehingga dapat dipasang maupun dibongkar berdasarkan segmen. Sistem tersebut dinilai dapat memudahkan proses pemeliharaan apabila diperlukan di kemudian hari.
Selain itu, material beton bermutu tinggi tersebut dirancang untuk menahan beban statis maupun dinamis. Permukaan yang rata dan stabil serta memiliki koefisien gesek yang baik diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Pekerjaan di JPL Nomor 13 meliputi penggantian rel R54 sepanjang 13 meter, pemasangan bantalan CLC, penambahan balas kricak baru sebanyak 21 meter kubik, perbaikan drainase serta pekerjaan angkat-listring dan pemadatan untuk mengembalikan geometri jalan rel.

“Beton CLC memberikan konstruksi yang lebih stabil sekaligus memiliki sistem modular yang memudahkan perawatan. Ini menjadi bagian dari upaya KAI meningkatkan keandalan perlintasan secara berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, perbaikan geometri juga dilakukan di JPL Nomor 32 Jalan Raya Malasan. Pekerjaan meliputi pengerasan dan perbaikan permukaan menggunakan aspal serta penggantian rel R54 untuk menjaga keandalan struktur jalan rel di kawasan perlintasan.
Metode pengerasan aspal dipilih dengan menyesuaikan kondisi teknis di JPL Nomor 32. Perbaikan tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan permukaan jalan yang lebih baik, tetapi juga mendukung kestabilan jalan rel dan keselamatan pengguna jalan.
Cahyo menjelaskan setiap perlintasan memiliki karakteristik dan kebutuhan penanganan yang berbeda. Karena itu, metode perbaikan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kebutuhan teknis di masing-masing lokasi.
“Setiap perlintasan memiliki kondisi dan kebutuhan penanganan yang berbeda. Karena itu, metode perbaikannya disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kebutuhan teknis di masing-masing lokasi. Prinsipnya sama, yaitu memastikan infrastruktur tetap andal dan keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api menjadi prioritas,” ujarnya.
Untuk memberikan kepastian informasi kepada masyarakat, KAI menyampaikan jadwal pelaksanaan pekerjaan sekaligus pengaturan lalu lintas selama proses perbaikan. JPL Nomor 13 Jorongan–Leces diawali pada 20–23 Agustus 2026 berupa pekerjaan dengan sistem buka-tutup lalu lintas pukul 22.00–05.00 WIB.
Pada 24–25 Agustus 2026 dilakukan penutupan total dengan estimasi pukul 02.30–06.00 WIB. Selanjutnya tanggal 26–27 Agustus 2026, pekerjaan dilanjutkan dan lalu lintas dibuka normal sesuai tahapan pekerjaan. Pada 28 Agustus 2026 dilakukan penutupan total dengan estimasi pukul 02.30–06.00 WIB. Lalu pada 29 Agustus–2 September 2026 dilakukan pemadatan, penstabilan dan penyelesaian pekerjaan.
JPL Nomor 32 Jalan Raya Malasan dimulai pada 26 Agustus 2026 melalui penutupan total, dengan estimasi pukul 03.30–05.00 WIB. Lalu pada 27 Agustus–1 September 2026 dilakukan pemadatan, penstabilan dan penyelesaian pekerjaan.

Penutupan total pada waktu tertentu, khususnya dini hari diperlukan karena terdapat tahapan pekerjaan yang membutuhkan seluruh area perlintasan sebagai ruang kerja. Salah satunya pengangkatan rel lama dan pemasangan rel R54 baru. Kondisi tersebut membuat kendaraan tidak dapat melintas secara bersamaan demi menjaga keselamatan pekerja dan pengguna jalan.
“Penutupan sementara merupakan bagian dari prosedur keselamatan pekerjaan. Kami memohon masyarakat memahami kebutuhan tersebut dan tidak menerobos area pekerjaan. Pengaturan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan agar pekerjaan dapat berlangsung aman dengan tetap memperhatikan perjalanan kereta api,” jelas Cahyo.
Selama pekerjaan berlangsung, KAI berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait untuk mendukung pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Khusus di JPL Nomor 13, kendaraan roda dua dapat menggunakan jalur alternatif melalui JPL Nomor 14. Sementara kendaraan roda empat dan lebih dapat menggunakan jalur alternatif melalui jalan tol maupun jalur non-tol sesuai pengaturan di lapangan.
KAI menghimbau masyarakat mengantisipasi perubahan waktu tempuh, mematuhi rambu dan rekayasa lalu lintas serta mengikuti arahan petugas. Masyarakat juga diminta tidak menerobos barikade maupun memaksakan diri melintasi area pekerjaan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk bersabar, mengikuti arahan petugas, dan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan. Dukungan masyarakat sangat penting agar pekerjaan berjalan aman dan selesai sesuai target,” tutur Cahyo.
Melalui perbaikan tersebut, KAI Daop 9 Jember terus berupaya menjaga keandalan prasarana perkeretaapian sekaligus meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan pekerjaan.***
Penulis : S. W. Wirawan
Editor : Tim Bromo Info
