Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dalam rangka untuk memastikan program pasar dan digitalisasi pedagang pasar dapat berjalan dengan baik, tim Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo melakukan kunjungan ke Bank Mandiri MBC Probolinggo, Rabu (23/3/2022).
Tim yang dipimpin oleh Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh. Natsir ini diterima langsung oleh Cluster Manager Bank Mandiri Micro Cluster Probolinggo Daniel Tri Nugroho.
Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh. Natsir menginginkan semua pedagang dapat memanfaatkan kerjasama ini dengan baik. Dalam kerjasama ini nantinya setiap petugas retribusi pasar akan dijadikan Agen Brancless Banking Bank mandiri.
“Artinya pedagang pasar dalam melakukan kegiatan perbankkan tidak perlu meninggalkan dagangannya, tetapi langsung dengan petugas Agen Brancless Banking di setiap pasar, termasuk menabung, pembayaran angsuram, beli token listrik dan pengajuan KUR (Kredit Usaha Rakyat),” katanya.
Untuk teknisnya jelas Natsir, setiap bedak akan dibuatkan barcode dan pedagang otomatis harus membuat rekening bank sehingga terintegerasi dengan barcode tersebut. Bedak, los dan lain-lain harus ada barcodenya sehingga memudahkan pembayaran.
“Kemudian teknis pengambilan retribusi koordinator pasar akan keliling dengan alat yang disediakan. Kemudian akan scan barcode yang sudah tertera di bedak sehingga otomatis para pedagang telah membayar retribusi. Yang keliling bukan koordinator pasar tapi petugas yang ditunjuk oleh kepala pasar sekaligus sebagai agen dari bank,” jelasnya.
Menurut Natsir, sampai dengan tanggal 23 Maret 2022, program pasar sudah membuka rekening TabunganMu sebanyak 188 rekening, 78 Qris dan 16 pendaftaran menjadi Agen Brancless Banking serta 78 rekening pengajuan KUR dengan limit Rp 1,3 miliar.
“Kami mengharapkan ke depan pembayaran retribusi pasar dapat dilakukan pedagang lewat Agen Brancless Banking Bank Mandiri. Tentunya Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan memfasilitasi pembukaan rekening penampungan di Bank Himbara (Himpunan Bank Negara) agar memudahkan transaksi digital pembayaran restribusi pasar tanpa ada biaya,” pungkasnya. (wan)
