Saturday, September 18, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Optimis Ekspor Sendiri, Hunay Jalani Tahapan Penerbitan Sertifikat HACCP

Optimis Ekspor Sendiri, Hunay Jalani Tahapan Penerbitan Sertifikat HACCP

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus melakukan fasilitasi dan pendampingan terkait dengan penerbitan Sertifikat HACCP (Hazard Anaysis Critical Control Point) bagi produk olahan bawang merah merk “Hunay”.

Sertifikat HACCP ini diperlukan agar produk olahan bawang merah dari UD Dua Putri Solehah dari Desa Tegalrejo Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo bisa melakukan ekspor sendiri.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moch. Natsir mengatakan dalam proses penerbitan sertifikat HACCP ini pihaknya melakukan 2 (dua) program berupa program pendampingan Good Manufacturing Practice (GMP) dan HACCP serta program sertifikasi dengan lembaga sertifikasi.

“Untuk program pendampingan GMP dan HACCP ini kita sudah melangkah ke tahap 3 dari 5 tahapan berupa penyusunan dokumentasi antara seminggu hingga dua minggu tergantung perbaikan dari progres perbaikan yang dilakukan oleh Hunay,” katanya.

Natsir menjelaskan, sebelumnya Hunay sudah melakukan tahapan GMP analisis dan pelatihan GMP yang dilakukan bersama konsultan. “Setelah tahapan 3 ini nanti akan ada tahapan berikutnya berupa implementasi GMP dan HACCP penyesuaian antara dokumen dan pelaksanaannya serta internal audit sebagai persiapan audit eksternal,” jelasnya.

Setelah program pendampingan selesai jelas Natsir, Hunay masih harus melewati program sertifikasi dengan lembaga sertifikasi. ”Untuk sertifikasi ini akan dilakukan proses audit oleh lembaga sertifikasi. Jika ada temuan-temuan maka kemudian akan segera diperbaiki semuanya oleh Hunay. Apabila perbaikan selesai, baru nanti akan keluar sertifikat HACCP bagi Hunay,” terangnya.

Menurut Natsir, program pendampingan dan sertifikasi ini dibiayai oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Artinya ada sinergitas antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam hal ini Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dengan Disperindag Kabupaten Probolinggo.

“Kami menargetkan proses sertifikasi HACCP ini bisa selesai pada akhir Oktober 2021 sehingga harapannya pada bulan Nopember 2021 Hunay sudah bisa ekspor produknya. Sertifikat HACCP ini sangat diperlukan agar UMKM Hunay dapat memproduksi produk olahan bawang merah yang aman untuk dikonsumsi. Selain itu agar Hunay bisa melakukan ekspor sendiri produk yang dihasilkan,” tegasnya.

Namun demikian tegas Natsir, sebelum melakukan ekspor Hunay harus memahami prosedur dan tata cara ekspor. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk ekspor harus konsultasi langsung ke Disperindag Kabupaten Probolinggo.

“Langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan ekspor diantaranya membuat surat kontrak penjualan atau sales contract process, penerbitan surat jaminan pembayaran importir kepada eksportir atau letter of credit (L/C) opening process, penerbitan dokumen pengapalan/pengiriman atau cargo shipment process serta pencairan dokumen pengapalan/klaim atas barang yang sudah dibayarkan importir atau shipping documents negotiations process,” ungkapnya.

Setelah sertifikat HACCP sudah dikantongi oleh Hunay terang Natsir, selanjutnya Disperindag akan memfasilitasi mencarikan buyer di luar negeri dengan menghubungi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang ada di luar negeri.

“Setelah HACCP ada di tangan, maka kita akan mulai mencari negara tujuan ekspor (NTE) melalui ITPC atau Atase Perdagangan di semua negara di mana peluang pasar bawang merah dan olahannya ada. Kami akan belajar dengan Surabaya Ekspor Center dengan mengikuti berbagai bisnis matching,” tambahnya.

Natsir menambahkan ke depan selain membuat produk olahan bawang merah, Hunay juga harus menyediakan bawang merah original. Sebab pasar-pasar Eropa itu banyak menghendaki bawang merah original. Tetapi kalau pasar Asia lebih kepada bawang gorengnya.

“Mudah-mudahan proses penerbitan sertifikasi HACCP dari Hunay ini bisa segera selesai agar ke depannya mampu melakukan ekspor sendiri produk yang dihasilkan. Sekaligus membantu UKM lain yang ada di Kabupaten Probolinggo agar bisa ekspor,” pungkasnya. (wan)