Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Jum’at Manis, Kecamatan Maron Sulap Lahan Pekarangan Kantor Jadi Kebun Pepaya

Jum’at Manis, Kecamatan Maron Sulap Lahan Pekarangan Kantor Jadi Kebun Pepaya

MARON – Pemandangan berbeda terlihat di Kantor Kecamatan Maron pada pelaksanaan Jum’at Manis, Jum’at (7/8/2026). Alih-alih hanya melakukan kerja bakti rutin, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bergotong royong menanam pohon pepaya sebagai bagian dari Gerakan Pemanfaatan Lahan Pekarangan. Langkah sederhana ini menjadi wujud nyata komitmen menghadirkan lingkungan kantor yang lebih hijau, produktif dan bermanfaat bagi ketahanan pangan.

Mengusung tema “Maron Manis: Pekarangan Hijau, Pepaya Berlimpah” dengan slogan “Pekarangan Produktif, Maron Kreatif”, kegiatan tersebut tidak sekadar mempercantik kawasan perkantoran. Pemerintah Kecamatan Maron ingin mengubah lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal menjadi kebun produktif yang mampu menghasilkan manfaat ekonomi, kesehatan hingga edukasi bagi seluruh pegawai.

Sejak pagi, suasana penuh kebersamaan terlihat ketika seluruh ASN, mulai dari unsur pimpinan hingga staf, turun langsung menyiapkan lahan, menggali lubang tanam dan menanam bibit pepaya. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas budaya kerja di Kecamatan Maron tampak begitu kuat, menciptakan suasana kerja yang hangat sekaligus produktif.

Camat Maron Nurhafiva mengatakan penanaman pepaya merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tidak hanya fokus pada pelayanan administrasi, tetapi juga peduli terhadap pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan. Program Jum’at Manis diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa setiap sudut pekarangan memiliki potensi untuk memberikan manfaat apabila dikelola dengan baik.

“Jum’at Manis kami maknai bukan hanya sebagai momentum menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menumbuhkan semangat produktivitas. Melalui penanaman pepaya ini, kami ingin mengubah pekarangan kantor menjadi ruang yang hijau, bermanfaat, sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan instansi pemerintah,” katanya.

Nurhafiva menjelaskan pemilihan pohon pepaya dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai aspek. “Selain mudah dibudidayakan, tanaman ini juga memiliki daya adaptasi tinggi, perawatan yang relatif sederhana serta masa panen yang lebih cepat dibandingkan beberapa tanaman buah lainnya,” jelasnya.

Tidak hanya menghasilkan buah yang kaya vitamin, hampir seluruh bagian tanaman pepaya memiliki nilai manfaat. Bahkan, daun pepaya telah dimanfaatkan sebagai pakan tambahan ikan di lingkungan Kecamatan Maron.

Camat Maron Nurhafiva memimpin penanaman pohon pepaya di pekarangan Kantor Kecamatan Maron. (Foto : Kecamatan Maron)

“Pepaya menjadi pilihan karena manfaatnya sangat lengkap. Buahnya dapat dikonsumsi, daunnya sudah kami aplikasikan sebagai makanan tambahan ikan. Artinya, satu tanaman mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan apabila dikelola dengan baik,” terangnya.

Lebih jauh Nurhafiva menilai tanaman pepaya memiliki filosofi yang selaras dengan karakter yang harus dimiliki seorang Aparatur Sipil Negara. “Setiap bagian tanaman mempunyai fungsi dan manfaat, sebagaimana setiap ASN memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Ia menyebut batang pepaya yang tumbuh lurus menjadi simbol integritas dan kejujuran, sedangkan kemampuannya bertahan di berbagai kondisi menggambarkan sikap adaptif dalam menghadapi dinamika pelayanan publik.

“Batang pepaya yang tumbuh tegak melambangkan integritas, kejujuran dan keteguhan dalam menjalankan tugas. Sementara kemampuannya tumbuh di berbagai kondisi mencerminkan semangat ASN yang adaptif dan siap menghadapi tantangan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Program ini sekaligus mendukung gerakan pemanfaatan lahan pekarangan yang kini terus didorong pemerintah sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan terkecil.

“Selain memberikan manfaat ekologis, keberadaan pepohonan juga diproyeksikan menciptakan suasana kantor yang lebih teduh, sejuk dan nyaman bagi pegawai maupun masyarakat yang datang mengakses layanan pemerintahan,” urainya.

Nurhafiva berharap hasil panen pepaya nantinya tidak hanya menjadi buah yang dapat dinikmati bersama, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.

ASN di lingkungan Kantor Kecamatan Maron bahu membahu dan gotong royong menanam pohon pepaya memanfaatkan lahan pekarangan Kantor Kecamatan Maron. (Foto : Kecamatan Maron)

“Harapan kami, pekarangan kantor tidak lagi menjadi lahan yang menganggur, tetapi menjadi sumber manfaat. Semoga semangat Jum’at Manis ini terus tumbuh dan hasil panen pepaya nantinya menjadi simbol keberhasilan kebersamaan seluruh keluarga besar Kecamatan Maron,” harapnya.

Melalui gerakan sederhana namun sarat makna ini, Kecamatan Maron menunjukkan bahwa inovasi membangun lingkungan hijau dapat dimulai dari langkah kecil. Pemanfaatan pekarangan kantor menjadi kebun pepaya diharapkan mampu menginspirasi instansi lain maupun masyarakat untuk menciptakan ruang yang produktif, asri dan mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info