Saturday, April 13, 2024
Depan > Kesehatan > JHCCP dan Dinkes Gelar Program Breakthrough Action for Covid-19

JHCCP dan Dinkes Gelar Program Breakthrough Action for Covid-19

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Johns Hopkins Center for Communication Programs (JHCCP) dari USAID bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar Program Breakthrough Action for Covid-19 di Alun-alun Kota Kraksaan, Minggu (19/2/2023) pagi.

Program Community Event Germas dan pelibatan masyarakat ini dilakukan dalam bentuk kegiatan senam jingle masyarakat lanjut usia (lansia), pelayananan vaksinasi Covid-19 bagi lansia serta screening kesehatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Mujoko dan perwakilan JHCCP dalam Program Breakthrough Action for Covid-19 Andi Reski Aprianti.

Program Breakthrough Action for Covid-19 ini diawali dengan senam jingle lansia. Para lansia ini terlihat semangat dan penuh antusias. Bahkan Senam Siap (Semangat Dapat Vaksinasi Lengkap) ini diikuti dengan baik dan kompak oleh para lansia.

Usai senam dilanjutkan dengan edukasi bagi lansia oleh agent of change serta community event sebagai bentuk pelibatan masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya vaksin lengkap dan juga untuk meningkatkan capaian Vaksinasi Covid-19.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo Mujoko mengatakan Covid 19 di Indonesia memang sudah menurun kasusnya, namun status pandemi masih belum dicabut oleh pemerintah.

“Salah satu kelompok yang beresiko tinggi terkena Covid-19 adalah para lansia. Di Kabupaten Probolinggo sendiri untuk capaian cakupan vaksin booster lansianya masih rendah. Untuk dosis 1 mencapai 78,97%, dosis 2 mencapai 64,23%, dosis 3 mencapai 32,69% dan dosis 4 mencapai 0,49%,” katanya.

Mujoko menjelaskan salah satu penyebab terjadinya penurunan cakupan vaksin lanjutan tersebut karena masyarakat belum memahami pentingnya vaksin lengkap. “Upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya vaksin lengkap adalah dengan memberikan informasi yang benar melalui pendekatan yang komunikatif dengan memanfaatkan media yang dapat dimengerti oleh masyarakat,” jelasnya.

Menurut Mujoko, vaksinasi menambah potensi kekebalan tubuh semakin baik. Bahkan vaksin tidak memberi dampak negatif apapun. “Justru dengan vaksin, dampak kekebalannya luar biasa. Sekarang vaksin ketiga bagi masyarakat umum, untuk tenaga kesehatan pelan-pelan vaksin keempat terlebih dahulu,” tegasnya.

Sementara perwakilan JHCCP dalam Program Breakthrough Action for Covid-19 Andi Reski Aprianti mengungkapkan sosialisasi dan pelayanan vaksinasi menyasar tiga daerah di wilayah Jawa Timur. Khususnya daerah yang cakupan vaksinasi lansia masih kurang. Yakni, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang dan Kabupaten Probolinggo.

“Kami berharap, masyarakat di Kabupaten Probolinggo semakin teredukasi tentang pentingnya vaksinasi lengkapnya,” ungkapnya. (wan)