Wednesday, October 20, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Isolasi Secara Ketat Orang Rapid Reaktif

Isolasi Secara Ketat Orang Rapid Reaktif

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dari hasil rapid test, terkadang hasilnya akan muncul negatif dan reaktif. Jika hasil rapid testnya negatif, maka selesai. Tetapi jika hasil rapid reaktif maka akan dilakukan swab.

Juru Bicara Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menyampaikan sebenarnya yang benar itu adalah reaktif. Tetapi untuk mengatakan negatif dan positif itu harus diswab terlebih dahulu.

“Misalnya orang rapid reaktif, maka selanjutnya harus swab dan itu pemeriksaannya di Surabaya dan harus diputuskan oleh Jakarta bahwa ini betul-betul negatif atau positif. Kalau hasil rapid test hasilnya reaktif, maka itu masih belum pasti. Kepastiannya nanti masih harus menunggu swab,” ujarnya.

Hanya saja terang Anang, masyarakat harus hati-hati kepada orang yang reaktif. “Oleh karena itu, kebijakan yang diambil akan dilakukan isolasi secara ketat sambil menunggu hasil swab yang akan kita kirim ke Surabaya,” terangnya.

Anang menegaskan bahwa sesuai dengan instruksi dari Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, ke depan ada rencana semua ODP (Orang Dalam Pemantauan) akan dilakukan rapid test, tetapi masih melihat dari ketersediaan rapid yang ada. Intinya masih menunggu ketersediaan rapid dalam jumlah yang cukup.

“Sementara kita akan fokus kepada perintah dari Ibu Bupati bahwa orang yang dikarantina selama 14 hari kita rapid. Alasan utamanya adalah ketersediaan rapid. Tetapi memang harapan ke depan semua ODP itu akan dilakukan rapid test satu persatu. Untuk sementara ini kita lihat skala prioritasnya masih belum,” pungkasnya. (wan)