PROBOLINGGO – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo mendorong anggotanya untuk terus mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri melalui kegiatan beauty class atau tata rias wajah.
Kegiatan bertema “Meningkatkan Kualitas dan Kepercayaan Diri Perempuan Melalui Pengembangan Keterampilan Tata Rias Wajah” tersebut digelar di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Kamis (10/9/2026).
Sebanyak 85 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari pengurus dan anggota DWP Kabupaten Probolinggo serta perwakilan DWP Unit Pelaksana se-Kabupaten Probolinggo.
Ketua Panitia Retno Sjaiful menyampaikan kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota DWP dalam bidang tata rias wajah sebagai bagian dari pengembangan diri.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai tata rias wajah, memberikan keterampilan praktis serta meningkatkan kemampuan dalam memilih dan menggunakan produk tata rias sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan wajah. Pengembangan kreativitas dan potensi diri serta peningkatan rasa percaya diri juga menjadi bagian dari tujuan kegiatan.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan perempuan yang berkualitas, terampil, percaya diri, kreatif dan berdaya,” terangnya.
Sementara Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto mengatakan beauty class tidak semata-mata diarahkan untuk mengajarkan peserta cara menggunakan tata rias agar terlihat lebih cantik.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan kualitas diri perempuan, khususnya dalam membangun rasa percaya diri, kreativitas dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan beauty class yang kita laksanakan pada hari ini bukan hanya sekadar belajar mengenai tata rias wajah atau bagaimana tampil lebih cantik. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas diri, membangun kepercayaan diri, mengembangkan kreativitas serta meningkatkan keterampilan perempuan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menilai anggota DWP memiliki peran penting, baik di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan organisasi. Karena itu, pengembangan diri dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Sebagai anggota Dharma Wanita Persatuan, kita memiliki peran yang sangat penting, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan organisasi. Oleh karena itu, pengembangan diri perlu terus dilakukan agar kita menjadi perempuan yang percaya diri, berwawasan, terampil, mandiri dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.
Rita Erik juga mengingatkan bahwa tata rias wajah tidak harus identik dengan penggunaan riasan secara berlebihan. Hal yang lebih penting adalah kemampuan memahami perawatan diri dan menyesuaikan penampilan dengan kebutuhan.
“Tata rias wajah yang tepat bukan berarti harus menggunakan riasan yang berlebihan. Justru yang terpenting adalah bagaimana kita dapat memahami cara merawat diri dan menampilkan wajah yang bersih, sehat, rapi, segar dan sesuai dengan kesempatan maupun kebutuhan,” terangnya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan sekaligus keterampilan praktis yang dapat digunakan dalam berbagai aktivitas. Mulai dari kegiatan organisasi, acara kedinasan, kegiatan sosial hingga aktivitas bersama keluarga.
“Selain keterampilan tata rias, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang bagi anggota DWP untuk saling belajar, bertukar pengalaman dan memperkuat hubungan antar anggotanya,” tegasnya.
Rita Erik meminta kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat dipraktikkan dan dikembangkan setelah kegiatan berakhir.

“Mari kita manfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi ilmu dan keterampilan yang diperoleh hari ini dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan,” ajaknya.
Rita Erik menambahkan, perempuan yang berkualitas tidak hanya dinilai dari kemampuan menjaga penampilan. Kualitas perempuan juga tercermin dari kepribadian, keterampilan, wawasan, kepercayaan diri serta kepedulian terhadap keluarga dan masyarakat.
“Jangan pernah berhenti belajar dan jangan pernah berhenti mengembangkan potensi diri. Karena perempuan yang berkualitas bukan hanya perempuan yang mampu menjaga penampilan, tetapi juga perempuan yang memiliki kepribadian yang baik, keterampilan, wawasan, kepercayaan diri serta kepedulian terhadap keluarga dan masyarakat,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
