Wednesday, September 22, 2021
Depan > Kemasyarakatan > DPKH Berikan Bimtek Budidaya Ayam Joper Bagi KSTM

DPKH Berikan Bimtek Budidaya Ayam Joper Bagi KSTM

Reporter : Syamsul Akbar
BANYUANYAR – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo memberikan bimbingan teknis (bimtek) budidaya ayam Joper (Jowo Super) bagi Kelompok Santri Tani Millenial (KSTM) di Pondok Pesantren Nuriddahlani Desa Tarokan Kecamatan Banyuanyar, Rabu dan Kamis (30-31/10/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Malang ini diikuti oleh 25 orang peserta dari KSTM Pondok Pesantren Riyadhus Solihin Desa Rejing Kecamatan Tiris dan KSTM Pondok Pesantren Nuriddahlani Desa Tarokan Kecamatan Banyuanyar.

Secara keseluruhan, kegiatan ini diberikan kepada 16 KSTM yang tersebar di pondok pesantren di wilayah timur, tengah dan barat di Kabupaten Probolinggo. Para KSTM ini juga menerima paket bantuan berupa bibit ayam Joper sebanyak 500 ekor, 1 paket obat-obatan dan pakan serta subsidi pembuatan/rehab kandang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko melalui Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Bina Usaha drh. Amir Syarifuddin mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan protein hewani melalui bantuan bibit ayam joper, pakan, obat-obatan dan subsidi pembuatan kandang kepada KSTM.

“Kegiatan ini merupakan tahap 2, sebelumnya sudah pernah dilakukan sekitar bulan Juni 2019. Tujuannya adalah memberikan bekal kepada para santri yang tergabung dalam KSTM agar mampu memelihara ayam Joper dan mengembangkan agrobisnis peternakan,” ungkapnya.

Amir mengharapkan dengan kegiatan ini ada peran pondok pesantren dengan sumberdaya santri ikut serta dalam membangun peternakan dalam mewujudkan ketahanan pangan protein hewani.

“Ada potensi di pondok pesantren yang terdiri para santri yang memiliki bekal akhlak yang telah diajarkan oleh para ustadz dan kiai serta semangat millenial berjiwa muda tentu lebih produktif apabila difasilitasi secara positif oleh pondok pesantren dengan dukungan pemerintah,” harapnya. (wan)