Monday, April 22, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriyah

Pemkab Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriyah

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriyah di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (11/10/2022).

Kegiatan yang mengambil tema “Spirit Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H, Meningkatkan Etos Kerja ASN Kabupaten Probolinggo Untuk Mewujudkan ASN Berakhlak Guna Meraih Ridho Allah SWT” ini diikuti oleh ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo, perwakilan Kemenag, sejumlah alim ulama dan tokoh agama serta penceramah Pengasuh Pondok Pesantren Ribath At-Taqwa Krejengan Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW secara bersama-sama. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an oleh Ustadz Syafi’i Zain.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan hari yang agung karena kehadiran Rasulullah Muhammad SAW di muka bumi, diibaratkan sebagai cahaya yang menerangi kehidupan manusia dalam menempuh jalan spiritual yang benar untuk menggapai ridho Allah SWT.

“Nabi Muhammad SAW diakui oleh para ahli sejarah sebagai satu-satunya pemimpin yang mempengaruhi kehidupan umat manusia secara menyeluruh. Beliau melakukan perubahan besar untuk memperbaiki masyarakat tidak dengan jalan kekerasan, tapi dengan dakwah yang menimbulkan simpati,” katanya.

Heri menjelaskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum strategis guna menggugah kesadaran untuk senantiasa menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan yang baik (uswatun hasanah) umat manusia dalam kehidupan sehari-hari.

“Momentum ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita untuk menyebarkan paradigma Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin yang dapat diartikan bahwa di manapun kita berada hendaknya mampu berbagi rahmat dan manfaat kepada lingkungan sekitar,” tegasnya.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Ribath At-Taqwa Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud mengungkapkan kebahagiaan ini sumbernya ada di hati. Kalau hati ini baik, maka seluruh tubuh akan baik dan kalau hati itu jelek, maka seluruh tubuh akan ikut jelek. Jadi kunci semua itu ada di hati. “Kebahagiaan di dunia ini tergantung di hati. Kalau hati sumpek maka bawaannya akan lari ke seluruh badan,” ujarnya.

Menurut Habib Abdul Qodir, ada 5(lima) hal yang akan membuat hati gelap dan tidak bahagia. Yakni, dosa, meninggalkan sholat, jauh dari orang sholeh, makan makanan yang haram dan durhaka kepada orang tua.

“Bahaya dari dosa itu ada 4 meliputi dihijab/ditutup oleh Allah SWT sehingga tidak mendapat kebaikan, sumpek/susah, banyak masalah dan celaka. Tugas syetan itu meliputi memberikan janji-janji, memberikan angan-angan, membuat orang putus asa dan su’ul khotimah,” jelasnya.

Habib Abdul Qodir menambahkan orang perempuan yang tamak ke harta akan dihukum 3 hal meliputi hanya dapat inginnya tidak akan bisa menggunakan sampai mati, diharamkan mempunyai anak sholeh dan sholehah dan suaminya akan kabur.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Abdul Qodir memberikan 3 (tiga) pertanyaan seputar ceramah yang sudah disampaikan. Bagi ketiga orang yang bisa menjawab dengan benar mendapatkan hadiah dan uang tunai. Khusus untuk pertanyaan terakhir juga mendapatkan hadiah tambahan berupa sorban yang dipakai Habib Abdul Qodir. (wan)