Monday, April 22, 2024
Depan > Kemasyarakatan > DKUPP Gelar Workshop Restrukturisasi Usaha Koperasi

DKUPP Gelar Workshop Restrukturisasi Usaha Koperasi

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop restrukturisasi usaha koperasi di RM Masada Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan, Senin dan Selasa (19-20/9/2022).

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto ini diikuti oleh 29 orang dari pusat Koperasi Unit Desa dan 7 orang tenaga pendamping di DKUPP Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan tersebut mereka mendapatkan materi dari Moch. Iqbal Mahardiyani dari PKPRI Kabupaten Probolinggo dan Josef Teguh Sulaksono dari DKUPP Kabupaten Probolinggo.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi Koperasi Unit Desa (KUD) dan membangkitkan kembali kejayaan KUD sebagai wujud implementasi koorporasi petani. “Melalui kegiatan ini, keberadaan KUD yang ada di Kabupaten Probolinggo akan kita inventarisasi,” katanya.

Anung menjelaskan koperasi merupakan badan usaha berbasis anggota. Inilah yang membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya. Anggota merupakan pemilik dan pengguna jasa koperasi serta kekuatan dan potensi utama pengembangan koperasi sebagaimana komitmen koperasi dari, oleh dan untuk anggota.

“Sebagai badan usaha, koperasi harus mampu membangun tata kelola yang baik (good cooperative governance) meliputi organisasi, usaha dan permodalan. Ketiga spek tersebut harus terbangun sistem manajerial yang baik dan berkualitas yang berjalan beriringan,” jelasnya.

Menurut Anung, untuk mewujudkan koperasi yang tangguh, sehat dan mandiri, koperasi harus sehat organisasi, sehat usaha dan sehat keuangan. “Untuk itu, di tengah pemulihan ekonomi pasca badai pandemi Covid-19 da tantangan revolusi industri 4.0, koperasi harus inovatif dan adaptif serta mampu terus menjadi pilar perekonomian nasional untuk mewujudkan koperasi sebagai entitas bisnis yag sehat, tangguh, mandiri dan berdaya saing,” terangnya.

Lebih lanjut Anung mengharapkan kegiatan ini menjadi sebuah momentum bagi koperasi untuk merestrukturisasi dan merevitalisasi usaha koperasi agar dapat lompat lebih tinggi dan berakselerasi dengan cepat untuk menjadi koperasi sehat di Kabupaten Probolinggo. “Kunci sukses restrukturisasi usaha koperasi adalah riil aset, riil pengurus dan pengawas koperasi dan rill anggota koperasi,” pungkasnya. (wan)