Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Disnaker Kabupaten Probolinggo Gandeng PP Nurul Jadid Siapkan Calon Tenaga Kerja Kompeten

Disnaker Kabupaten Probolinggo Gandeng PP Nurul Jadid Siapkan Calon Tenaga Kerja Kompeten

PAITON – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid Paiton menyiapkan calon tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia industri melalui pelatihan berbasis kompetensi Processing Hasil Pertanian (PHP).

Pelatihan yang menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Disnaker Kabupaten Probolinggo Iin Kasiani di aula Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Selasa (22/9/2026).

Pembukaan pelatihan turut dihadiri Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Erna Sayuti. Pelatihan diikuti 16 peserta yang merupakan warga Kabupaten Probolinggo dan telah melalui proses seleksi.

Selama 20 hari, mulai 23 September hingga 15 Oktober 2026, peserta akan mendapatkan pelatihan teknis bidang Processing Hasil Pertanian. Kegiatan dipandu narasumber dari LPK Rizky Perdana, dengan hari Jumat sebagai hari libur.

Sekretaris Disnaker Kabupaten Probolinggo Iin Kasiani menyampaikan program pelatihan menjadi salah satu langkah untuk menjawab persoalan ketenagakerjaan, khususnya masih adanya calon tenaga kerja yang belum sepenuhnya siap memenuhi kebutuhan teknis perusahaan.

“Pelatihan ini dilaksanakan guna menciptakan calon-calon tenaga kerja yang ahli dan berkompeten yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Pelatihan ini dilaksanakan dengan peserta satu kelas sebanyak 16 orang berasal dari warga Kabupaten Probolinggo yang telah menjalani seleksi,” katanya.

Ia menjelaskan, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki kemampuan teknis sesuai bidang pekerjaan. Ketika calon tenaga kerja belum memiliki keterampilan yang memadai, perusahaan masih harus memberikan pembekalan dan bimbingan tambahan sebelum pekerja mampu menjalankan tugas secara optimal.

“Kita tahu salah satu masalah utama dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah calon tenaga kerja yang masih kurang siap dibekali ilmu yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dalam pelaksanaan aktivitas masih perlu bimbingan dari perusahaan sehingga dapat menghambat proses produktivitas suatu perusahaan,” jelasnya.

Sekretaris Disnaker Kabupaten Probolinggo Iin Kasiani membuka pelatihan PHP di aula Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton. (Foto : Disnaker)

Karena itu, pelatihan berbasis kompetensi diarahkan agar peserta memiliki bekal teknis sebelum memasuki dunia kerja. Dengan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, peserta diharapkan lebih siap ketika mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan.

“Dengan program pelatihan diharapkan nantinya peserta apabila dapat diterima di perusahaan langsung siap secara teknis dan keahlian yang telah diperoleh dalam pelatihan tersebut,” terangnya.

Iin menyebut pelatihan tersebut memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Peserta memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan sebagai modal memasuki dunia kerja. Di sisi lain, perusahaan berpeluang mendapatkan tenaga kerja yang telah memiliki kompetensi sesuai bidangnya.

“Jadi ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari pelatihan ini, peserta bisa diterima bekerja di Perusahaan. Perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang mempunyai keahlian dan kompeten sehingga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan,” tegasnya.

Selain memperkuat kesiapan tenaga kerja terang Iin, program tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak terhadap persoalan pengangguran di daerah. Semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan dan akses terhadap dunia kerja, semakin besar pula peluang mereka untuk memperoleh pekerjaan. “Dan tidak kalah pentingnya dapat mengurangi pengangguran khususnya di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Sementara Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Erna Sayuti menjelaskan, pelatihan berbasis kompetensi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan peserta.

“Program pelatihan ini bertujuan menyelaraskan kemampuan tenaga kerja dengan kebutuhan industri, membentuk sikap kerja profesional serta memberikan pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.

Melalui kolaborasi dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid dan LPK Rizky Perdana, Disnaker Kabupaten Probolinggo berharap 16 peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara serius sehingga keterampilan Processing Hasil Pertanian yang diperoleh benar-benar dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info