Depan > Kemasyarakatan > DKUPP Gelar Pendidikan Perkoperasian

DKUPP Gelar Pendidikan Perkoperasian

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menggelar pendidikan perkoperasian di RM New Rahayu Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Selasa hingga Kamis (21-23/6/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang dari unsur anggota koperasi dan kelompok strategis di Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Lapenkop Kabupaten Probolinggo.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk pemasyarakatan jatidiri koperasi, penguatan kelembagaan usaha berbasis badan hukum koperasi, penguatan usaha koperasi serta penguatan ekosistem usaha berbasis digital.

“Peranan koperasi dan UMKM (K-UMKM) sangat besar bagi perekonomian bangsa. K-UMKM adalah penggerak utama sendi-sendi ekonomi rakyat dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” katanya.

Anung menegaskan kecil-kecil cabe rawit adalah sebuah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan peranan sektor UMKM dalam perekonomian nasional. Koperasi dan UMKM merupakan wujud nyata pelaksanaan ekonomi yang berlandaskan atas kekeluargaan dan gotong royong.

“Khittah dan histori koperasi adalah wadah usaha dan kesejahteraan bersama bagi pelaku UMKM. Dengan usaha bersama dalam wadah koperasi berbagai kemudahan dan penguatan akan diperoleh mulai dari aspek kelembagaan, produksi, pasar, permodalan dan perizinan,” jelasnya.

Menurut Anung, kelebihan berkoperasi bagi pelaku usaha adalah pada komitmen dan kebersamaan atas kepentingan ekonomi yang sama untuk melayani dan mencukupi kebutuhan bersama, sebagai wadah partisipasi untuk pelaku UMKM serta meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Kita tentu masih ingat semboyan bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Dengan koperasi kita bersatu untuk mengembangkan usaha bersama. Mengembangkan usaha melalui koperasi sangat penting di tengah persaingan dalam dunia usaha saatini sangat kuat,” terangnya.

Anung menerangkan penguatan kelembagaan pelaku UMKM dalam wadah koperasi adalah keniscayaan dalam pengembangan UMKM untuk mewujudkan program UMKM naik kelas. “K-UMKM yang inovatif, adaptif dan kekinian akan terus mampu mewarnai dan mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa di tengah deraan globalisasi dan pandemi Covid-19 serta menjadi pemenang di era ekonomi kompetitif revolusi industri 4.0 dengan tetap berpegang teguh pada jatidiri bangsa,” tegasnya.

Untuk itu tambah Anung, K-UMKM harus bangkit bersama dan bersatu serta out off the box (keluar dari kebiasaan), adaptif terhadap perubahan dan terus meningkatkan ketangguhan dan memperkuat daya saing di tengah persaingan global revolusi industri 4.0.

“Harapan saya, K-UMKM dapat membangun kerjasama menjadi ekosistem bisnis, untuk bangkit mengembangkan usaha bersama serta mewujudkan jatidiri bangsa melalui pemahaman azas kekeluargaan dan gotong royong sebagaimana jatidiri koperasi,” pungkasnya. (wan)