Sunday, September 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > DKPP Serahkan Bantuan Hibah Kendaraan Roda Tiga

DKPP Serahkan Bantuan Hibah Kendaraan Roda Tiga

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo menyerahkan bantuan hibah kendaraan roda tiga kepada 20 kelompok tani (poktan) yang ada di 11 kecamatan potensi tembakau di Kabupaten Probolinggo, Rabu (15/9/2021) sore.

Ke-11 kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Wonomerto, Besuk, Krejengan, Kraksaan, Pakuniran, Kotaanyar, Kuripan, Paiton, Maron, Bantaran dan Gading. Anggaran bantuan hibah kendaraan roda tiga ini berasal dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021 kegiatan dukungan sarana prasarana usaha tani tembakau.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Perkebunan Nurul Komaril Asri mengatakan pemberian bantuan hibah kendaraan roda tiga ini pada prinsipnya untuk meningkatkan mutu kualitas tembakau serta menekan biaya produksi.

“Biasanya dari lokasi panen tembakau itu diproses ke tempat pengolahan. Tentunya ini membutuhkan waktu yang terlalu lama. Padahal petani memberlakukan tembakau itu seperti emas,” katanya.

Jika menggunakan tenaga manusia jelas Nurul, tentunya membutuhkan orang dalam jumlah banyak dan waktu yang lama. Kendaraan roda tiga sengaja dipilih, karena biasanya lokasi lahan tembakau jalannya terlalu sempit dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Tujuan pemberian bantuan hibah kendaraan roda tiga ini untuk menekan biaya produksi, meningkatkan mutu dan kualitas tembakau serta agar proses dari lokasi panen ke tempat pengolahan bisa lebih cepat. Biasanya untuk membawa hasil panen ke gudang butuh transportasi. Kendaraan roda tiga lebih irit dan efisien,” jelasnya.

Nurul meminta penerima bantuan hibah kendaraan roda tiga agar mencatat di buku administrasi barang kelompok. Selain itu merawat dan memelihara dengan baik sebagai aset kelompok dan bisa dioperasionalkan supaya dapat menghasilkan kas kelompok.

“Dengan bantuan hibah kendaraan roda tiga ini, secara tidak langsung kami berharap akan meningkatkan mutu kualitas pada pasca panen tembakau serta menekan biaya produksi. Apabila harga rendah, maka petani tidak terlalu rugi. Jika harga tinggi, maka pendapatan petani akan meningkat,” pungkasnya. (wan)