Wednesday, October 27, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Disperindag Berikan Pelatihan Pembuatan Gula Semut

Disperindag Berikan Pelatihan Pembuatan Gula Semut

Reporter : Syamsul Akbar
GADING – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan pembuatan gula semut atau gula aren Kristal di Kampung Kita Hotel and Resto Desa Condong Kecamatan Gading, Rabu hingga Jum’at (2-4/12/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang dari kelompok masyarakat (pokmas) penghasil gula aren dari Desa Kalianan Kecamatan Krucil. Sebagai narasumber adalah Rizki D. Rahmawan dan Narkim dari CV Mekanira Nusantara Purwokerto.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Taufik Alami melalui Kepala Bidang Perindustrian Sri Edi Lestarini mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu produk gula aren yang lebih berkualitas sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kelompok ini adalah binaan dari Disperindag yang difasilitasi dan didampingi oleh Bappeda. Tahun 2019 itu kita sudah sepakat untuk memfasilitasi atau mendampingi kelompok ini karena sesuai dengan program Gubernur Jawa Timur untuk mengangkat potensi daerah,” katanya.

Menurut Sri Edi, program kegiatan ini berawal dari kerjasama Bappeda Provinsi Jawa Timur dengan KOMPAK melalui program APP bekerja sama dengan Australia waktu itu. Dari sana, Bappeda Provinsi Jawa Timur selaku koordinator program APP menindaklanjuti ke Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Pada tahun 2019 itu telah disusun rundown kegiatan susunan sesuai dengan tupoksi masing-masing.

“Jadi ada beberapa OPD yang terlibat, namun sepertinya hanya Disperindag yang mengawali. Karena memang awalnya harus dari produk itu sendiri dan nantinya ada peluang atau melihat potensi yang ada. Misalkan kualitas itu sudah siap sesuai dengan standart yang diinginkan konsumen yang ada. Kita juga bersinergi dengan pengekspor gula aren ke luar negeri,” jelasnya.

Lebih lanjut Sri Edi menerangkan bahwa selama ini banyak yang telah diupayakan, namun belum ada sasaran pemasaran. Tapi pihaknya optimis nantinya ke depan akan terus didampingi sampai sejauh mana keberlangsungan kelompok ini.

“Disini kita akan memberikan bantuan sarana prasarana berupa peralatan wajan, sutil, box, gerusan dan aya’an sesuai dengan standart yang diinginkan oleh konsumen dan sesuai standar internasional,” tegasnya.

Sri Edi mengharapkan langkah-langkah yang SOP-nya itu akan dilaksanakan oleh kelompok dan diupayakan untuk dilakukan uji laboratorium. “Saya berharap gula semut ini nantinya bisa diujikan di UPT Jember. Kalaupun tidak nanti bisa diupayakan untuk kita fasilitasi dalam melakukan uji laboratorium,” harapnya. (wan)