Wednesday, September 29, 2021
Depan > Pendidikan > 71 Bakal Calon Pengawas dan Kepala Sekolah Jalani Rapid Test

71 Bakal Calon Pengawas dan Kepala Sekolah Jalani Rapid Test

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebanyak 71 orang bakal calon pengawas dan bakal calon kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menjalani rapid test, Rabu (2/12/2020).

Pelaksanaan rapid test tersebut dibagi ke dalam 2 (dua) fase. Pertama adalah rapid test bagi peserta seleksi substansi calon kepala sekolah sebanyak 35 orang dan fase kedua adalah rapid test bagi peserta seleksi substansi calon pengawas sekolah sebanyak 36 orang.

“Rapid test ini dilaksanakan sebagai prasyarat didalam pelaksanaan seleksi substansi bakal calon kepala sekolah dan seleksi substansi bakal calon pengawas sekolah,” kata Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Sunalis.

Menurut Sunalis, rapid test ini bertujuan untuk memastikan bahwa jajaran Dispendik melaksanakan protokol kesehatan yang merupakan hal yang wajib dilakukan oleh semua ASN agar bisa menjadi teladan seperti yang disampaikan oleh Bupati Probolinggo.

“Selain itu, rapid test ini dilakukan sebagai syarat administrasi untuk melengkapi syarat-syarat administrasi, disamping syarat-syarat administrasi yang lainnya yang memang sudah berdasarkan ketentuan,” jelasnya.

Sunalis menerangkan seleksi substansi bakal calon kepala sekolah akan dilakukan pada 4 hingga 7 Desember 2020 di ruang pertemuan Diklat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo dan seleksi substansi bakal calon pengawas sekolah akan dilakukan pada 7 hingga 9 Desember 2020 di Hotel Bromo View Probolinggo.

“Untuk hasil dari seleksi ini kami menunggu dari LP2KS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah) Solo. Mudah-mudahan harapan kita semuanya itu bisa lolos 100% dengan kompetensi yang bermutu. Kalau sudah dinyatakan layak sebagai calon kepala sekolah dan sebagai calon pengawas ini bisa di diklat di tahun 2021. Syukur-syukur bisa dilaksanakan di triwulan pertama,” terangnya.

Lebih lanjut Sunalis menjelaskan beberapa langkah strategis terhadap pelaksanaan persiapan diantaranya menjalin koordinasi dengan beberapa pihak. “Seperti Dinas Kesehatan dalam hal rapid test, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur dan LP2KS Solo sehingga pelaksanaan seleksi bakal calon pengawas dan kepala sekolah bisa berjalan sesuai dengan rencana,” tegasnya.

Strategi lain dalam rangka persiapan ini disamping sosialisasi dan koordinasi terang Sunalis, masing-masing peserta bakal calon kepala sekolah itu membentuk grup pendalaman materi. Demikian pula dengan bakal calon pengawas membentuk grup tersendiri dibantu oleh Pengawas SMP Edy Santoso dengan mengadakan webinar atau zoom meeting bagaimana waktu persiapan dan pembuatan makalah ataupun proposal.

“Diharapkan nantinya proposal ini kalau bakal calon pengawas itu setelah pembukaan langsung ada pemaparan dari masing-masing peserta. Selanjutnya hari kedua pemaparan sekaligus nanti untuk interview yang bertujuan ingin melihat kompetensi dan masing-masing calon peserta karena eranya sudah era kekinian dan era digital,” ungkapnya.

“Kemudian hal pokok seperti apa yang disampaikan oleh Bupati Probolinggo dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo bahwa tidak ilmunya saja, tetapi cerdas iman dan cerdas taqwa dalam rangka membentuk karakter siswa ataupun pada anak di satuan pendidikan yang ada di lembaga masing-masing,” tambahnya. (wan)