Monday, December 6, 2021
Depan > Pendidikan > Dispendik Gelar Pengembangan Perpustakaan Untuk Budaya Literasi Bagi Warga Sekolah

Dispendik Gelar Pengembangan Perpustakaan Untuk Budaya Literasi Bagi Warga Sekolah

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebagai upaya penyediaan dan pendistribusian buku cerita rakyat daerah penunjang literasi, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menggelar pengembangan perpustakaan untuk budaya literasi bagi warga sekolah, Sabtu (13/11/2021).

Kegiatan yang digelar di aula Dispendik Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 108 guru se-Kabupaten Probolinggo. Sebagai narasumber hadir Kasi Kurikulum dan Penilaian Sekolah Dasar Dispendik Kabupaen Probolinggo Like Lidyawati dan Korwil Pendidikan Kecamatan Gending Muhammad Wahyudi.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian Sekolah Dasar Like Lidyawati mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti para peserta didik agar menjadi insan literat sepanjang hidup melalui ekosistem literasi yang dibangun dalam gerakan literasi sekolah.

“Selain itu membentuk budaya literasi di lingkungan sekolah, meningkatkan insah literasi di lingkungan sekolah, meningkatkan pengelolaan pengetahuan di lingkungan sekolah melalui sekolah ramah anak yang menyenangkan serta menjadi wadah untuk menumbuhkan strategi membaca sehingga keberlanjutan pembelajaran bisa selalu dihadirkan,” katanya.

Menurut Like, budaya literasi perlu terus dikembangkan berawal dari gurunya yang harus dilatih bagaimana menyusun program kegiatan terkait dengan bagaimana warga sekolah menjadi warga yang literat.

“Semua unsur di sekolah juga harus dilibatkan untuk gemar membaca. Guru perlu menyusun skenario kegiatan yang beragam agar peserta didik tertarik dan rajin ke perpustakaan sekolah. Paling tidak dibuatkan jadwal kunjungan bagi siswa secara bergantian untuk membaca,” jelasnya.

Like menerangkan ragam kompetisi terkait dengan literasi juga perlu dikembangkan untuk memotivasi siswa misalnya lomba membuat pantun, bercerita, mendongeng, berpidato, menulis cerita dan lain-lain.

“Kegiatan ini bisa dilombakan dan dibuat semeriah mungkin. Siswa yang meraih peringkat bisa diberi sertifikat sebagai penyemangat untuk terus berkarya lewat membaca dan menulis,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan Eka Wahyuni, guru dari SDN Gending 2 Kecamatan Gending untuk menceritakan praktik baik yang sudah dilakukan di sekolahnya, bagaimana mengelola perpustakaan untuk ragam kegiatan yang bisa menumbuhkan minat baca bagi peserta didiknya.

Dalam kegiatan tersebut banyak foto kegiatan yang ditampilkan sebagai contoh untuk memotivasi 108 guru. Hal ini sangat menarik karena guru-guru bisa bertanya kesulitan yang dihadapi dan cara mengawali supaya perpustakaan menjadi taman baca yang menyenangkan. (wan)