Tuesday, September 28, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Puluhan THL-TBPP Mulai Jalani Tahapan Assesment Penyuluh Pertanian Terampil

Puluhan THL-TBPP Mulai Jalani Tahapan Assesment Penyuluh Pertanian Terampil

Reporter : Wahed Efendi
DRINGU – Saat ini di Kabupaten Probolinggo terdapat 120 orang penyuluh pertanian. Terdiri dari 44 orang penyuluh pertanian berstatus PNS dan 76 orang berstatus Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP). Mereka tersebar di 330 desa/kelurahan se-Kabupaten Probolinggo.

“Idealnya satu desa itu ada satu orang penyuluh pertanian. Sementara saat ini baru ada 120 orang penyuluh pertanian di Kabupaten Probolinggo. Artinya kalau ingin ideal, masih kurang 210 orang penyuluh pertanian,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono melalui Kepala Bidang Pelaksana Penyuluhan dan Bina Usaha Tani Arif Kurniadi.

Solusinya jelas Arif, selama ini banyak penyuluh pertanian di Kabupaten Probolinggo yang merangkap 2 desa. Bahkan ada yang merangkap 3 hingga 4 desa. Semua ini dilakukan agar di desa tersebut ada penyuluh pertanian yang mendampingi petani. Selain itu juga ada PPS (Penyuluh Pertanian Swadaya) yang kebanyakan berasal dari kelompok tani.

“Penyuluh pertanian itu harus mempunyai sertifikat kompetensi sebagai penyuluh pertanian yang dikeluarkan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia,” jelasnya.

Arif menerangkan saat ini 76 orang THL-TBPP lingkup Kementerian Pertanian RI ini akan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tetapi dari 76 orang tersebut, 36 orang diantaranya masih berijazah SMA sehingga terlebih dahulu harus mengikuti Assesment Penyuluh Pertanian Terampil yang akan dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.

“Jika sudah dinyatakan lolos tahap assesment tersebut, maka mereka akan mendapatkan Sertifikat Kompetensi THL-TB menjadi PPPK. Targetnya sih pada akhir tahun ini, mereka sudah mendapatkan NIP (Nomor Induk Pegawai) sebagai PPPK yang akan diserahkan kepada daerah Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sebagai persyaratan mengikuti tahapan Assesment Penyuluh Pertanian Terampil ini terang Arif, sebanyak 36 orang ini menjalani rapid test yang diadakan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Probolinggo. Hasil rapid test ini akan dibawa saat mengikuti Assesment Penyuluh Pertanian Terampil untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi THL-TB menjadi PPPK di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.

“Harapannya mereka semua non reaktif agar bisa mengikuti tahapan Assesment Penyuluh Pertanian Terampil dengan baik. Jika seandainya nanti ada yang reaktif, maka akan kami laporkan kepada penyelenggara di Batu. Keputusannya nanti akan menunggu dari panitia,” ungkapnya.

Arif menambahkan secara umum penyuluh pertanian ini tugasnya mendampingi petani dalam segala hal mulai dari alih teknologi, informasi berkaitan dengan kelembagaan petani hingga pendampingan usaha tani. Oleh karena itu, penyuluh pertanian ini dituntut tahu segala hal tentang usaha tani.

“THL-TBPP ini diangkat sebagai THL pertanian pada tahun 2007, 2008 dan 2009. Artinya sudah hampir 13 tahun mereka mengabdi sebagai THL-TBPP di Kabupaten Probolinggo. Kami berharap mereka bisa lolos tahapan Assesment Penyuluh Pertanian Terampil sehingga bisa diangkat sebagai PPPK,” harapnya. (Hed)