Wednesday, December 1, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Diskan Gelar Bimtek Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Diskan Gelar Bimtek Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo memberikan bimbingan teknis (bimtek) alat tangkap ramah lingkungan di UPT Perikanan Budidaya Air Tawar/Payau Diskan Kabupaten Probolinggo, Senin dan Selasa (25-26/10/2021).

Kegiatan pelaksanaan fasilitasi pembentukan dan pengembangan kelembagaan nelayan kecil ini diikuti oleh 20 orang dari KUB Sinar Mina Jaya Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih dan KUB Padang Bulan Desa Bayeman Kecamatan Tongas.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang penggunaan alat tangkap rumah lingkungan dalam mendukung kelestarian sumberdaya ikan dari Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono dan diversifikasi alat tangkap ramah lingkungan dari Kepala UPT PTKP3K (Pelatihan Teknis Kelautan Perikanan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi nelayan tentang diversifikasi alat tangkap dan pengoperasiannya. “Tujuannya mewujudkan diversifikasi alat tangkap sebagai alternatif dalam memaksimalkan hasil tangkapan nelayan,” ungkapnya.

Menurut Ipung, panggilan akrab Hari Pur Sulistiono, kebiasaan nelayan Kabupaten Probolinggo hanya menggunakan satu jenis alat tangkap saja untuk melaut, sehingga mereka bisa melaut hanya satu musim saja sesuai dengan jenis alat tangkapnya. Hal ini menyebabkan pendapatan nelayan tidak maksimal dikarenakan pada saat melaut hanya mengandalkan musim.

“Oleh karena itu diperlukan diversifikasi alat tangkap dengan modal yang tidak terlalu besar dan mudah untuk dioperasionalkan oleh nelayan. Jaring insang merupakan alat tangkap yang paling banyak digunakan oleh nelayan. Dengan adanya diversifikasi alat tangkap (jaring insang) diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan sehingga nelayan bisa melaut tidak hanya di satu musim saja,” tegasnya.

Sementara Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan Selat Madura merupakan areal penangkapan ikan dari 12 daerah kabupaten/kota di Jawa Timur. Harapannya kalau semua daerah tersebut bisa sama-sama menjaga dan melestarikan sumber daya alam, sumber daya laut dan sumber daya ikan yang ada, tentu akan lestari dan semua akan mendapatkan manfaatnya.

“Sebagai masyarakat pesisir itu tidak harus selalu sebagai nelayan, kita tawarkan berbagai diversifikasi usaha kepada mereka. Seperti misalnya alat tangkap kita tidak hanya satu macam saja, kita latih mereka beberapa macam alat tangkap yang ramah lingkungan,” katanya.

Selain itu jelas Dedy, di daerah pesisir pihaknya juga banyak sekali mengembangkan desa-desa pesisir wisata. Seperti Gili Ketapang, Randutatah, Pantai Bohay, Pantai Bahak dan lain sebagainya. Semua dikembangkan supaya nelayan tidak hanya mengharapkan hasil menangkap di laut tapi juga ada alternatif lainnya.

“Mereka kita ajak juga untuk diversifikasi di luar profesi mereka selama ini dalam hal berbudidaya. Dan itupun kini sudah ada yang berhasil. Seperti misalnya di Gili Ketapang mereka berbudidaya ikan kerapu dan di Desa Banjarsari sebagian nelayan memelihara lele di kolam bundar di halaman rumahnya. Jadi kita melatih mereka masyarakat pesisir itu berbagai macam usaha. Untuk ibu-ibunya kita latih bidang pengolahan bagaimana mereka mengolah dan memasarkan ikan yang baik,” tegasnya.

Dedy menerangkan jika selama ini para nelayan yang ada di Kabupaten Probolinggo sudah lama patuh dan paham pada penggunaan alat tangkap ramah lingkungan. Sebab mereka sadar kalau menggunakan alat tangkap yang dilarang nanti mereka selanjutnya tidak akan mendapatkan apa-apa. Hal itu sudah ditanamkan sejak beberapa tahun yang lalu.

“Harapan nelayan ini harus semangat dan kreatif. Kita Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Perikanan akan terus mendampingi melalui penyuluh-penyuluh yang ada di lapangan bagaimana masyarakat pesisir itu bisa meningkatkan tambahan usaha di tempatnya sendiri,” pungkasnya. (wan)