Monday, February 26, 2024
Depan > Pendidikan > Peduli Pendidikan, Siti Aisyah Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif

Peduli Pendidikan, Siti Aisyah Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif

Reporter : Syamsul Akbar
SURABAYA – Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Siti Aisyah menerima penghargaan atas jasanya di bidang pendidikan dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2023 dari Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) yang ditandatangani oleh Iriana Joko Widodo dan Wury Ma’aruf Amin.

Penghargaan tersebut diterima oleh Siti Aisyah dari Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak dalam “Apresiasi Perempuan Inspiratif dalam rangka Peringatan Hari Kartini OASE Kabinet Indonesia Maju” di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jum’at (19/5/2023).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Joelijanto mengatakan pemerintah setiap tahun memberikan penghargaan bagi wanita-wanita hebat di wilayah kabupaten dan kota masing-masing.

“Ibu Siti Aisyah adalah contoh pejuang pendidikan wanita bagi anak-anak usia dini. Bertahun-tahun beliau dengan dedikasinya berjuang secara langsung dengan mendidik dan tidak langsung melalui organisasi pendidikan ingin mewujudkan generasi emas bagi anak-anak Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Anang, Kabupaten Probolinggo tentunya sangat berterima kasih dengan upaya yang sudah dilakukan oleh Siti Aisyah. “Dengan harapan semangatnnya senantiasa ada serta berharap akan ada Siti Aisyah lainnya untuk memastikan generasi emas Kabupaten Probolinggo benar-benar terwujud,” harapnya.

Sementara Siti Aisyah mengharapkan semoga penghargaan yang diterimanya tersebut bisa memberikan support semangat bagi gender/kaum perempuan utamanya generasi milenial untuk terus memberikan karya-karya dan kepedulian sosial masyarakat sesuai dengan kemampuan serta bidang masing-masing.

“Dukungan perempuan terhadap pembangunan di daerah memberikan peran penting, baik itu ide gagasan, pelaksanaan maupun evaluasi kegiatan bersinergi dengan pemerintahan dari desa maupun pemerintah daerah,” ujarnya.

Perempuan asal Desa Pohsangit Ngisor Kecamatan Wonomerto ini menerangkan kolaborasi, komunikasi dan koordinasi dengan lintas sektor mempunyai peran penting kaum gender sebagai peran perempuan terhadap akses pembangunan serta menjadi kesatuan yang kuat agar keberhasilan dan kesuksesan pembangunan itu sendiri. Sekaligus ada peran penting keterlibatan perempuan.

“Sesuai dengan tema diskripsi kami di bidang pendidikan dengan judul Pendidikan Keluarga, kami berharap mengajak generasi milenial untuk terus melanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi sebagai bekal untuk memberikan banyak manfaat buat bangsa, negara serta agama,” tegasnya.

Menurut perempuan yang menggeluti dunia pendidikan anak usia dini di KB Mentari Desa Pohsangit Ngisor ini, jika pendidikan kuat maka keluarga kuat. Ia mengingatkan untuk persiapkan lahir batin menuju pelaminan dengan bekal pendidikan yang cukup. “Dengan pendidikan kuat maka akan siap menghadapi tantangan juga kuat, sehingga keluarga menjadi kuat,” tambahnya.

Perempuan yang menjadi anggota PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo ini meminta kaum perempuan agar mempersiapkan usia nikah yang kuat agar siap menghadapi tantangan jaman. Dengan demikian menata bahtera keluarga tercapai menjadi keluarga yang samawa (sakinah mawaddah warahmah).

“Ingat usia pernikahan yang matang untuk perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Sekolah dulu, nikah kemudian setelah lulus kuliah. Semangat buat generasi milenial, utamanya bagi kaum perempuan. Semoga inspirasi ini memberikan manfaat buat kaum perempuan,” pungkasnya. (wan)