Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > 200 Siswa SD-SMP Ikuti Final Kompetisi Tes Kemampuan Akademik Kabupaten Probolinggo

200 Siswa SD-SMP Ikuti Final Kompetisi Tes Kemampuan Akademik Kabupaten Probolinggo

KRAKSAAN – Sebanyak 200 siswa mengikuti babak final Kompetisi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Kabupaten Probolinggo Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (9/3/2026). Kompetisi ini merupakan kegiatan puncak yang untuk pertama kalinya diselenggarakan.

Para peserta final terdiri dari 100 siswa jenjang SD/MI kelas V dan VI serta 100 siswa kelas VIII dan IX jenjang SMP/MTs dari sekolah negeri maupun swasta. Mereka merupakan siswa terbaik yang berhasil lolos dari babak penyisihan yang sebelumnya diikuti oleh 1.172 siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Probolinggo.

Pada babak final, peserta mengerjakan dua mata pelajaran yang diujikan, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia. Masing-masing mata pelajaran terdiri dari 20 soal dengan waktu pengerjaan selama 45 menit pada setiap sesi.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyerahkan hadiah kepada juara 1 kompetisi TKA jenjang SD/MI. (Foto : Disdikdaya)

Berbeda dengan ujian konvensional, seluruh peserta mengerjakan soal menggunakan telepon genggam. Sistem ini juga telah diterapkan pada babak penyisihan untuk mempermudah proses pengerjaan sekaligus mempercepat penilaian hasil ujian dalam kompetisi tersebut.

Selama pelaksanaan ujian, proses pengerjaan soal diawasi secara ketat oleh tim dari Jawa Pos Radar Bromo dan BMB Air-Langga guna memastikan kompetisi berlangsung tertib, transparan serta menjunjung tinggi prinsip kejujuran.

Direktur Jawa Pos Radar Bromo H.A. Suyuti mengatakan kompetisi TKA ini diharapkan dapat menjadi indikator kemampuan siswa sebelum menghadapi Tes Kemampuan Akademik yang sebenarnya yang akan digelar pada April 2026 mendatang.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat membantu menyiapkan anak didik dalam menghadapi TKA yang sebenarnya. Hasil kompetisi ini juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk melihat mata pelajaran mana yang perlu mendapat perhatian atau intervensi sehingga saat TKA yang sesungguhnya para siswa sudah benar-benar siap,” ujarnya.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyerahkan hadiah kepada juara 1 kompetisi TKA jenjang SMP/MTs. (Foto : Disdikdaya)

Menurut Suyuti, kompetisi memiliki peran penting dalam dunia pendidikan karena dapat mendorong siswa untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik sekaligus melatih mental dalam menghadapi persaingan.

“Dengan adanya kompetisi, anak-anak akan terdorong untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik dan berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyampaikan apresiasi kepada Jawa Pos Radar Bromo dan BMB Air-Langga yang telah menggagas serta menyelenggarakan kompetisi tersebut.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi yang luar biasa antara media dan lembaga pendidikan dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Hary juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dalam kompetisi tersebut. Dari total 1.172 peserta yang mengikuti babak penyisihan, sebanyak 806 siswa berasal dari jenjang SD dan 366 siswa dari jenjang SMP.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono bersama segenap jajaran dan Tim Jawa Pos Radar Bromo dalam final kompetisi TKA jenjang SD/MI dan SMP/MTs. (Foto : Disdikdaya)

“Angka ini menunjukkan semangat belajar dan berkompetisi anak-anak kita sangat tinggi. Ini merupakan modal yang sangat berharga bagi masa depan daerah,” jelasnya.

Menurut Hary, kompetisi ini memiliki makna strategis karena tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga sebagai sarana untuk memantau dan memetakan mutu pendidikan di Kabupaten Probolinggo, khususnya pada bidang Matematika dan Bahasa Indonesia sebagai fondasi penguatan literasi dan numerasi.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi simulasi sekaligus penyemangat bagi para siswa dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik yang sebenarnya pada April 2026 mendatang.

“Bagi sekolah, hasil kompetisi ini juga menjadi umpan balik yang berharga untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran yang telah dilakukan,” tambahnya.

Dalam kompetisi tersebut, untuk jenjang SMP/MTs juara pertama diraih Jamila Vikamila dari SMPN 1 Kraksaan, juara kedua M. Alfarizi dari SMPN 1 Kraksaan dan juara ketiga Matthew Keane Husada dari SMPK Materdei. Sementara untuk jenjang SD/MI, juara pertama diraih Farah Adibah dari SDN Sumbersuko, juara kedua Muhammad Naufal Azizi dari SDN Sukabumi 2 dan juara ketiga Princess Shaquila Lizzate dari SDN Tisnonegaran 1. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info