Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) dan sosialisasi persiapan pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) guru PAUD lokus stunting dan diklat teknis guru PAUD Holistik Integratif (HI) di SDN Karanggeger 1 Kecamatan Pajarakan, Rabu (14/6/2023).
Kegiatan ini diikuti oleh 44 orang peserta terdiri dari Penilik PAUD, Pengawas TK, Ketua IGTKI dan Ketua Himpaudi serta Kasi Kesra Kecamatan dari 9 kecamatan meliputi Kecamatan Besuk, Pakuniran, Paiton, Krejengan, Pajarakan, Gading, Tiris dan Krucil.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Yunita Nur Laili mengatakan kegiatan ini digelar agar kolaborasi percepatan penurunan stunting dapat terintegrasi dengan baik. Apalagi saat ini sudah terbentuk dan berjalan di tingkat kecamatan dan desa TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting).
“Kegiatan dengan kecamatan ini diharapkan lebih inten, mengingat peran guru PAUD sangat strategis dan perlu disupport dalam meningkatkan kompetensinya agar optimal dan kompeten dalam layanan, pembimbingan dan penyuluhan kepada para orang tua peserta didik,” katanya.
Tidak hanya itu jelas Yunita, guru PAUD bisa menyebarluaskan ilmu dan informasi membantu desa dalam percepatan penurunan stunting. “Peran guru PAUD bersama tenaga kesehatan dan para kader desa menjadi garda terdepan dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Menurut Yunita, Disdikdaya secara kontinyu setiap tahun berkomitmen memprogram dan melaksanakan diklat sesuai dengan kemampuan anggaran APBD tahun 2023 yang hanya bisa mendiklat sebanyak 40 orang guru PAUD. Sementara 2 ribuan lebih lainnya belum didiklat.
“Hal inilah yang mendorong Disdikdaya mengundang Kesra Kecamatan agar dapat menyosialisasikan dalam pelaksanaan diklat melalui Dana Desa. Bilamana hal ini bisanya dipahami bersama bahwa peran peningkatan kompetensi guru PAUD sangat esesial secara konvergen berkontribusi dalam program percepatan penurunan stunting sebagai tanggung jawab bersama dalam penurunan stunting di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Sementara Analis Kebijakan Muda Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Massajo mengungkapkan kegiatan ini bertujuan menyiapkan guru PAUD terampil dan kompeten serta bermutu dalam mengelola pembelajaran PAUD dan memiliki keterampilan menyusun rencana pembelajaran dan bahan ajar.
“Serta berinovasi layanan PAUD, memastikan kearah penyelenggaraan PAUD berkualitas, terakreditasi baik, kualifikasi guru PAUD memadai bahkan diharapkan menerapkan transisi PAUD-SD yang merupakan tuntunan program merdeka belajar episode ke-24,” ujarnya.
Massajo menerangkan diklatsar guru PAUD lokus stunting di 9 kecamatan direncanakan dimulai pada Senin (19/6/2023) selama 5 hari dengan rincian 3 hari untuk penyampaian teori, modul dan panduan pelaksanaan tugas mandiri bagi peserta dengan tatap muka dan 2 hari (visit lembaga PAUD belajar praktik baik dan microteaching dan audiensi peserta diklat bersama kepala desa lokus stunting).
“Secara teknis dilanjutkan pelaksanaan tugas mandiri dan pendampingan selama 30 hari efektif dengan 5 kali pendampingan oleh petugas pendamping (Penilik PAUD atau Pengawas TK),” tegasnya.
Lebih lanjut Massajo menegaskan calon peserta diklat datanya sudah tersedia dan akan diinput pada akun Simdiklat Kemendikbudristek terekam sejak awal, pelaksanaan kegiatan diklat, penilaian dan penetapan kelulusan hasil diklat. Sertifikat kelulusan ditetapkan dan diterbitkan oleh Direktur GTK PAUD dan Dikmas.
Sementara tengah disiapkan linimasa tahapan diklat mulai dari penyiapan jadwal, materi diklat dan narasumber yang sudah terlatih dan bersertifikat pelatih guru PAUD nasional PCP (Pelatihan Calon Pelatih), Dinas Kesehatan 1 orang, Puspaga melalui DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) 1 orang dan praktis pendidikan PAUD (mantan Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo) juga dikoordinasikan.
“Dalam rakor teknis hari ini juga disamapikan tentang rencana diklat teknis guru PAUD HI dan sosialisasi transisi PAUD-SD sebagai tindaklanjut dari hasil sosialisasi transisi (PAUD-SD) di tingkat Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya. (wan)
