Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Timur bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo dan Cabang Dinas Pendidikan Probolinggo menggelar lokakarya Program Sekolah Penggerak (PSP) angkatan 3 tahun 2023 di SMKN 1 Kraksaan, Sabtu (26/8/2023).
Kegiatan ini diikuti oleh 91 orang peserta dan panitia lokal terdiri dari Fasilitator 4 orang, panitia BBGP 5 orang, panitia lokal 2 orang, Pengawas Sekolah 17 orang, Kepala Sekolah 21 orang dan Guru Komite Pembelajaran 42 orang.
Pelaksana Sekolah Penggerak saat ini mengawali kegiatan lokakarya secara berkelanjutan akan mengikuti kegiatan lokakarya selama kurang lebih 6 bulan kedepan. Hal ini dilaksanakan dalam rangka menunjang dan peningkatan guru dalam pembelajaran kepada murid dan untuk menunjang peningkatan kualitas literasi dan numerasi serta penguatan profil pelajar Pancasila.
Lokakarya kali ini dibagi ke dalam dalam 3 kelas terdiri dari Kelas Probolinggo 1 untuk jenjang TK-PAUD dengan Fasilitator Tawaduddin Nawafilaty (Universitas Islam Lamongan), Kabupaten Probolinggo Dasmen 01 dengan Fasilitator Retno Febriyastuti Widyawati (Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Wijaya Kusuma) dan Kabupaten Probolinggo Dasmen 02 dengan dua fasilitator yaitu Sigit Kuncoro (Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang) dan Hari Poernomo (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan).
Panitia lokakarya berjumlah 7 orang terdiri dari Tim BBGP sebanyak 5 orang dipimpin Falidan, Analis Kebijakan Muda Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Massajo dan 1 orang dari SMKN 1 Kraksaan.
Tema pembahasan dalam perencanaan pembelajaran pada lokakarya kali ini sesuai buku panduan dan juknis yang diterbitkan oleh BBGP Jatim dengan Topik “Pembelajaran Yang Berpusat Pada Murid”.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Analis Kebijakan Muda Massajo selaku ketua panitia menyampaikan tujuan diadakannya lokakarya bagi pelaksana sekolah penggerak peserta mampu menganalisis jenis keberagaman murid beserta kebutuhannya dan mampu menilai pembelajaran dan ekosistem sekolah yang berpusat pada murid.
“Selain itu, peserta mampu merancang pembelajaran yang berpusat pada murid (ditekankan untuk guru) dan mampu merancang ekosistem sekolah yang berpusat pada murid (ditekankan untuk pengawas dan kepala sekolah),” katanya.
Dari kegiatan ini Massajo mengharapkan peserta memiliki kemampuan menganalisis jenis keberagaman murid beserta kebutuhannya, memiliki kemampuan menilai pembelajaran dan ekosistem sekolah yang berpusat pada murid serta memiliki kemampuan merancang pembelajaran yang berpusat pada murid (ditekankan untuk guru).
“Disamping itu, peserta memiliki kemampuan merancang ekosistem sekolah yang berpusat pada murid (ditekankan untuk pengawas dan kepala sekolah) dan memiliki komitmen menerapkan pembelajaran dan ekosistem yang berpusat/berpihak pada murid,” harapnya.
Menurut Massajo, pelaksanaan lokakarya ini sangat bermanfaat bagi Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah dan Guru Komite Pembelajaran peserta Program Sekolah Penggerak Angkatan 3 Tahun Pertama dari Kabupaten Probolinggo berjalan lancar dan tertib hingga akhir kegiatan ditutup dengan refleksi dan evaluasi pada pukul 15.30 WIB.
“Atas nama ketua panitia lokakarya saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala SMKN 1 Kraksaan Bapak Ali Istihadi yang telah memfasilitasi tempat kegiatan lokakarya dan kemudahaannya dalam memberikan pelayanan dibantu tenaga teknis sekolah untuk mendukung kelancaran dan suksesnya lokakarya,” pungkasnya. (wan)
