Reporter : Syamsul Akbar
PAKUNIRAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Probolinggo melakukan pengembangan kreatifitas dalam berliterasi dengan tartil di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Desa Sogaan Kecamatan Pakuniran, Rabu hingga Jum’at (22-24/6/2022).
Kegiatan ini diikuti oleh 45 orang guru dari 15 lembaga dari 7 kecamatan wilayah timur Kabupaten Probolinggo, terdiri dari 2 guru PAI dan 2 guru kelas awal. Kegiatan ini dipandu oleh pembimbing Ustadz M. Qosimur Ridlo dan Ustadz Syafi’i Zain.
“Kegiatan ini dilakukan untuk mengembangkan kegiatan literasi/tartil dalam upaya mengajak guru-guru lebih mengenal teknik membaca Al Qur’an dengan tepat. Puluhan guru berlatih bersama membaca Al Qur’an dengan tartila,” kata Kepala Disdikbud Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Analis Kebijakan Muda Like Lidyawati.
Menurut Like, kedua pembimbing banyak memberikan teknik membaca dan pelafalan Al Qur’an, sehingga guru-guru betul-betul memahami dan menirukan dengan pelafalan dan intonasi yang tepat.
“Tidak cukup rasanya waktu 3 hari untuk mengaji bersama, memilah dan menempatkan cara membaca dan pengucapan yang baik dan benar. Tapi ini merupakan langkah awal untuk menggiatkan para guru agar tergerak niat untuk mengajak peserta didik lebih memaknai Al Qur’an baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Like menegaskan bahwa Disdikbud berkeinginan guru-guru lebih memahami bagaimana teknik membca Al Qur’an yang baik dan benar serta bagaimana cara melafalkan Al Qur’an yang baik sehingga mengaji tidak hanya asal-asalan, tetapi betul-betul tahu teknik membaca dan pelafalan Al Qur’an yang baik dan benar.
“Harapannya guru-guru bisa mengimplementasikan di sekolah masing-masing dan membelajarkan anak-anak mengaji dengan teknik tartila. Selain itu, diberikan ruang dan waktu untuk anak-anak agar lebih mendalami belajar Al Qur’an bersama guru-guru yang sudah mendapatkan pelatihan,” pungkasnya. (wan)
