Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > Disdikbud Berikan Pelatihan Kelas Multigrade Teaching

Disdikbud Berikan Pelatihan Kelas Multigrade Teaching

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan kelas multigrade teaching tahap I di aula SDN Kedungdalem 2 Kecamatan Dringu, Rabu hingga Jum’at (13-15/7/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang peserta yang berasal dari 15 satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Tiap satuan pendidikan terdiri dari 3 orang guru kelas dan 1 orang kepala sekolah.

Kepala Disdikbud Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Analis Kebijakan Muda Like Lidyawati mengatakan pelatihan untuk guru-guru kelas multigrade yang sudah direplikasi kembali untuk tahun ini menjadi 19 lembaga. Dimana sekolah-sekolah ini dipilih mengingat jumlah siswanya yang dibawah 70 siswa.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan kemudahan kepada satuan pendidikan guna memudahkan guru dalam membagi siswanya dengan baik,” katanya.

Like menerangkan disitu terjadi beberapa banyak hal, utamanya kekurangan guru, jumlah peserta didik yang sangat sedikit dan kekurangan dari rombongan belajar atau ruang kelas yang sekarang banyak sekali mengalami kerusakan sehingga tidak bisa dimanfaatkan. “Tiga hal ini yang menjadi penyebab mengapa kemudian dimunculkan suatu strategi dengan cara multigrade,” jelasnya.

Menurut Like, guru dilatih dalam rangka menyiapkan bagaimana memberikan kegiatan kepada peserta didik dengan dua kelas yang berbeda. “Seperti kelas 1 dengan 2 digabung menjadi satu kelas dengan satu guru. Kelas 3 dengan kelas 4 digabung dalam satu kelas dengan satu guru. Serta kelas 5 dengan kelas 6 digabung menjdi satu dengan satu guru. Jadi cukup dengan tiga guru ini dapat mengatasi dan memberikan solusi akan kekurangan guru,” terangnya.

Like menjelaskan kelas multigrade ini sudah dilakukan di Kabupaten Probolinggo sejak tahun 2020. Rintisan pertama berada di Kecamatan Sukapura dengan dibantu oleh Tim INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) Jawa Timur untuk kegiatan-kegiatan yang berjalan selama 3 tahun.

“Setelah itu kita mengadakan replikasi kepada 79 lembaga sehingga sampai saat ini jumlah dari sekolah-sekolah yang dimultigrade menjadi 127 satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Lebih lanjut Like menegaskan kelas multigrade ini sangat tepat sekali mengingat dari situ guru dapat melatih anak-anak untuk belajar bekerja sama, disiplin, memunculkan sayang kepada sesama dan tanggung jawab dalam meyelesaikan tugas.

“Karena anak-anak dikumpulkan berdasarkan jenjang yang sejajar yang masih berdekatan. Seperti misalnya kelas 1 dan kelas 2. Artinya mereka muncul saling menyayangi sehingga tumbuhlah rasa kerjasama yang baik serta tanggungjawab dalam menyelesaikan segala tugas yang diberikan oleh guru,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini Like mengajak untuk komitmen kepada kepala sekolah bersama tiga guru dari masing-masing satuan pendidikan untuk segera bergerak melaksanakan strategi yang diberikan ini dengan tawaran-tawaran untuk memudahkan bagi sekolah agar semua fasilitas kepada siswa dapat terselesaikan dengan baik. “Tujuannya untuk meningkatkan potensi yang ada pada peserta didik,” pungkasnya. (wan)