Depan > Kemasyarakatan > Dispersip Berikan Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi InlisLite

Dispersip Berikan Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi InlisLite

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi dan pelatihan aplikasi InlisLite, Selasa hingga Rabu (12-13/7/2022) di ruang Pustakaloka Dispersip Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta yang merupakan para pengelola perpustakaan daerah baik di perpustakaan Dispersip Kabupaten Probolinggo dan perpustakaan-perpustakaan di sekolah. Mereka mendapatkan materi InlisLite dari Pustakawan Dispersip Kabupaten Probolinggo.

Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Perpustakaan Dispersip Kabupaten Probolinggo Suryana Nuring Perbawani mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memudahkan pekerjaan pengelola perpustakaan. “Paling tidak mereka dalam menjalankan tugasnya sehari-hari lebih mudah karena tinggal masuk di sistem yang otomasi dan terintegrasi melalui teknologi informasi,” katanya.

Nuring menjelaskan InlisLite ini merupakan perangkat lunak (software) aplikasi otomasi perpustakaan yang dibangun dan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) sejak tahun 2010.

“Inlis atau Integrated Library System adalah perangkat lunak manajemen informasi perpustakaan terintegrasi yang dibangun sejak tahun 2010 untuk keperluan kegiatan rutin pengelolaan informasi perpustakaan di internal Perpusnas,” jelasnya.

Menurut Nuring, kegiatan ini merupakan bentuk inisiasi mengenai pembelajaran teknologi informasi yang akan memudahkan para pengelola perpustakaan dalam bekerja di bidang perpustakaan

“Aplikasi InlisLite ini akan menunjung tugas-tugas pengelolaan sehari-hari di perpustakaan mulai dari pengunjung mendaftar, mencari katalog buku maupun anggota baru perpustakaan yang mau mendaftar. Semuanya akan terintegrasi dalam satu sistem yang sifatnya otomatis langsung terhubung di sistem informasi Dispersip Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Nuring menegaskan keberadaan aplikasi InlisLite ini bisa menggantikan pekerjaan manual, sehingga pengelola perpustakaan tidak perlu lagi mencatat atau petugas membantu mereka dalam mencari katalog. Jadi pengunjung sudah bisa melakukan pencarian sendiri.

“Aplikasi InlisLite ini sudah diterapkan dan berjalan di perpustakaan daerah Dispersip Kabupaten Probolinggo sejak tahun 2012 silam. Jadi kali ini sosialisasi dan pelatihan ini diberikan kepada para pemula di luar petugas pelayanan yang ingin belajar InlisLite dan lembaga-lembaga sekolah yang sama sekali belum mengenal otomasi,” tegasnya.

Lebih lanjut Nuring menambahkan saat ini fokus dari aplikasi InlisLite ini diberikan kepada petugas di pelayanan, utamanya lembaga sekolah. Tetapi tidak menutup kemungkinan nantinya perpusdes juga akan diberikan materi InlisLite.

“Memang ke depan pengembangan perpustakaan kita menuju perpustakaan digital. Meskipun saat ini dalam prakteknya kita masih tetap perpustakaan hybrid, masih ada buku manual. Namun ke depan kita akan mengakomodir perpustakaan digital,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini Nuring mengharapkan dapat menarik pengunjung lebih banyak untuk meningkatkan kepercayaan pengunjung dengan peningkatan performa layanan melalui aplikasi yang serba otomasi.

“Harapannya bisa meningkatkan kepercayaan pengunjung ke perpustakaan sehingga keberadaan perpustakaan semakin menarik bagi masyarakat. Jadi bisa mengatasi problema kita akan menurunnya tingkat kegemaran membaca masyarakat. Salah satunya dengan mempercantik perpustakaan,” pungkasnya. (wan)