Monday, May 20, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Diperta Lakukan Surveilans Paska Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku

Diperta Lakukan Surveilans Paska Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku

Reporter : Syamsul Akbar
KRUCIL – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo melakukan surveilans paska vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di lokasi sapi perah Kecamatan Krucil, Kamis (25/5/2023).

Kegiatan ini melibatkan Tim Pelaksana Surveilans Paska Vaksinasi PMK BBVet Wates dipimpin oleh drh. Nuning, Diperta Kabupaten Probolinggo dipimpin oleh Medik Veteriner Muda drh. Machrus, Dokter Hewan Penyelia Kecamatan Krucil drh. Arafi beserta Petugas Teknis Peternakan Kecamatan Krucil.

Dasar hukum Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan juncto UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18/2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2014 Tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan dan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Otoritas Veteriner.

Selanjutnya, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Kedaruratan Bencana pada Kondisi Tertentu, Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 513/KPTS/PK.300/M/07/2022 Tanggal 4 Juli 2022 Tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 500.1/KPTS/PK.300/M/06/2022 Tentang Penetapan Daerah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku.

Serta, Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 517/KPTS/PK.300/M/2022 Tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 510/KPTS/M/6/2022 Tentang Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku dan Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 9677/SE/PK.310/F/09/2022 Tentang Petunjuk Teknis Monitoring dan Evaluasi Pasca Program Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan bahwa secara umum kegiatan ini bertujuan untuk membuktikan status bebas penyakit dan deteksi dini kejadian penyakit di sapi perah Kecamatan Krucil.

“Secara khusus tujuannya untuk merespon dini penularan penyakit baru dengan sangat cepat untuk pengendalaian yang efektif. Disini tim mengambil 135 sample darah ternak pasca vaksinasi di sapi perah Kabupaten Probolinggo sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku,” katanya.

Menurut Niko, dari kegiatan ini diperoleh sample darah sapi paska vaksinasi PMK sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku, pemisahan serum dari sample darah yang telah diperoleh dan penyimpanan serum di freezer dan dibawa oleh Tim BBVet Wates ke Jogjakarta.

“Harapannya masyarakat pemilik ternak yang sudah divaksin PMK ikut berpartisipasi untuk bersedia ternaknya diambil sample darah demi Indonesia yang bebas PMK khususnya wilayah Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)