TEGALSIWALAN – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo menangani seorang perempuan dengan gangguan jiwa (ODGJ) terlantar yang ditemukan dalam kondisi mengamuk dan meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Tegalsiwalan, Senin (24/8/2026).
Penanganan ODGJ terlantar tersebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Puskesmas Tegalsiwalan, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Babinsa dan staf Kecamatan Tegalsiwalan.
Setelah mendapatkan penanganan awal, petugas melakukan identifikasi menggunakan biometrik. Dari hasil identifikasi tersebut diketahui bahwa perempuan tersebut berdomisili di wilayah Puger Kabupaten Jember.
Untuk memastikan kondisi yang bersangkutan tetap aman dan mendapatkan penanganan sementara, petugas kemudian membawanya ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Probolinggo Samsul Hadi mengatakan, penanganan dilakukan dengan mengutamakan keamanan serta kebutuhan klien.
“Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan berbagai pihak, mulai dari Puskesmas Tegalsiwalan, TKSK, Babinsa, kecamatan hingga Dinas Sosial. Setelah identitas diketahui, kami langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Jember dan pihak keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, koordinasi lintas daerah dilakukan karena yang bersangkutan diketahui bukan warga Kabupaten Probolinggo. “Langkah ini diperlukan agar penanganan dapat dilanjutkan oleh pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan keluarga dan domisili klien,” lanjutnya.
Dinsos Kabupaten Probolinggo kemudian berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Jember. Petugas juga menghubungi pihak keluarga untuk memastikan tindak lanjut terhadap perempuan tersebut. “Alhamdulillah, pihak keluarga menyatakan siap untuk menjemput yang bersangkutan di Rumah Singgah Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Samsul menjelaskan, keberadaan rumah singgah menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan sementara terhadap warga yang ditemukan terlantar dan membutuhkan tempat aman sebelum proses pemulangan atau tindak lanjut dilakukan. Kolaborasi antar lembaga sangat dibutuhkan agar masyarakat yang mengalami kondisi sosial dan psikologis rentan tetap mendapatkan perlindungan.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat yang membutuhkan penanganan bisa kita amankan terlebih dahulu, kemudian identitas dan keluarganya kita telusuri sehingga penanganannya bisa tepat,” jelasnya.
Dengan adanya koordinasi tersebut, perempuan yang ditemukan di Kecamatan Tegalsiwalan selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan perawatan, pendampingan dan penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhannya.
“Kami menghimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan warga terlantar atau membutuhkan penanganan sosial, sehingga dapat ditindaklanjuti secara aman dan manusiawi,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
