Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Cetak Perempuan Kreatif, DP3AP2KB Berikan Pelatihan Merajut

Cetak Perempuan Kreatif, DP3AP2KB Berikan Pelatihan Merajut

Reporter : Mujiono
MARON – Untuk menciptakan ibu-ibu rumah tangga yang berkreatif serta meningkatkan perekonomian keluarga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) memberikan pelatihan merajut di Desa Wonorejo Kecamatan Maron.

Setelah berlangsung selama 5 (lima) hari, pelatihan merajut ini ditutup secara resmi oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto, Jum’at (12/8/2022) di Balai Desa Wonorejo Kecamatan Maron.

Penutupan pelatihan rajut ini dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Maron Agus Budianto beserta istri selaku pengurus Tim Penggerak PKK Kecamatan Maron, Kepala Desa Wonorejo Muhamad Hasin dan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Wonorejo serta tokoh agama setempat.

Pelatihan rajut ini diikuti oleh 15 orang peserta yang berasal dari ibu-ibu rumah tangga mulai tanggal 8 hingga 12 Agustus 2022. Mereka dipandu narasumber Juaningtyas Farnadiasri selaku pengerajin rajut dengan lebel Joe’s Crocet di Kecamatan Tiris.

Pada sesi penutupan ini, peserta dari ibu-ibu rumah tangga mendapatkan sertifikat pelatihan dari DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo. Selain itu, karya nyata hasil rajutan dikumpulkan dan dinilai oleh narasumber bersama tim dari DP3AP2KB. Dua peserta yang hasil rajutannya terbaik diberikan hadiah yang diserahkan oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

Dalam sambutannya Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menyampaikan peserta yang telah mengikuti pelatihan merajut diharapkan bisa menciptakan ibu-ibu rumah tangga yang kreatif dan berpotensi.

“Dengan ibu-ibu rumah tangga yang memiliki kreasi ini dapat ditingkatkan kemampuannya, agar menjadi perempuan wirausaha mandiri yang sukses dan nantinya meningkatkan perekonomian keluarganya,” katanya.

Menurut Anang, untuk melatih kemampuan merajut tidak terhenti setelah selesai ikuti pelatihan saja. Akan tetapi harus banyak berlatih dan lebih meningkatkan kemampuannya, sehingga nantinya dapat memiliki kualitas rajutan yang baik dan mampu memiliki nilai jual yang tinggi. “Para ibu-ibu yang tangguh harus terus berkarya dan berkreasi. Upaya yang dihasilkan akan menambah penghasilan keluarga ke depannya,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Kecamatan Maron Agus Budianto menambahkan, pelatihan merajut ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di Kecamatan Maron. Selain melatih ibu-ibu kreatif, juga dapat mendidik kaum perempuan menjadi wirausaha mandiri yang outputnya meningkatkan perekonomian masyarakat. “Semoga ada pelatihan-pelatihan yang lainnya untuk masyarakat desa di Kecamatan Maron,” ungkapnya. (y0n)