BESUK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan pengukuran kebugaran jasmani bagi siswa-siswi SMPN 2 Besuk. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memantau kondisi kesehatan peserta didik sekaligus memperoleh gambaran tingkat kebugaran jasmani anak sekolah di Kabupaten Probolinggo.
Rangkaian kegiatan diawali dengan skrining kesehatan dasar yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan, tinggi badan serta lingkar perut. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memperoleh data awal mengenai kondisi kesehatan siswa sebelum mengikuti pengukuran kebugaran.
Selanjutnya, peserta mengikuti pengukuran kebugaran jasmani menggunakan Metode Rockport. Metode tersebut berfokus pada penilaian daya tahan kardiovaskular melalui aktivitas jalan cepat atau lari dengan jarak 1.600 meter.
Sebelum pelaksanaan, para siswa terlebih dahulu melakukan pemanasan untuk mempersiapkan kondisi fisik. Setelah itu, peserta menempuh jarak 1.600 meter dengan berjalan cepat atau berlari sesuai kemampuan masing-masing.
Petugas kemudian mencatat waktu tempuh yang dicapai peserta. Selain itu, frekuensi nadi setelah aktivitas juga diukur sebagai bagian dari parameter pengukuran kebugaran.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan pengukuran kebugaran jasmani merupakan bagian penting dalam pemantauan kesehatan anak usia sekolah. Data yang diperoleh dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kebugaran siswa sekaligus menjadi bahan untuk menentukan pembinaan kesehatan selanjutnya.

“Pengukuran kebugaran ini penting untuk mengetahui kondisi fisik anak-anak sekolah secara lebih terukur. Dengan adanya data tersebut, kita bisa mendapatkan gambaran tingkat kebugaran siswa dan menjadikannya sebagai dasar untuk menentukan langkah pembinaan kesehatan yang sesuai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kesehatan peserta didik tidak hanya dilihat dari kondisi saat mengalami sakit, tetapi juga perlu diperhatikan dari aspek kebugaran jasmani. Anak yang memiliki kebugaran baik diharapkan lebih siap menjalani aktivitas belajar dan kegiatan sehari-hari.
“Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan bukan hanya ketika sedang sakit. Kebugaran jasmani juga perlu diperhatikan sejak usia sekolah melalui aktivitas fisik yang cukup, pola hidup sehat serta kebiasaan menjaga kondisi tubuh,” jelasnya.
Menurut Sri Wahyu, pelaksanaan pengukuran juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal kondisi kebugaran tubuhnya. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong mereka lebih aktif menjaga kesehatan dan meningkatkan aktivitas fisik secara rutin.
“Harapannya, anak-anak semakin memahami pentingnya menjaga kebugaran. Tidak hanya mengikuti pengukuran saat ada kegiatan, tetapi setelah itu juga mampu menerapkan kebiasaan hidup sehat dan melakukan aktivitas fisik secara rutin,” tambahnya.
Melalui pemantauan kesehatan dan kebugaran secara terukur, diharapkan terbentuk generasi muda Kabupaten Probolinggo yang sehat, aktif, produktif dan memiliki kebugaran jasmani yang baik. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
