Thursday, September 23, 2021
Depan > Kesehatan > Percepat Penyembuhan Anosmia dengan Smell Training

Percepat Penyembuhan Anosmia dengan Smell Training

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Anosmia (hilang penciuman) merupakan gejala tersering pada Covid-19 dan bersifat temporer. Sebagian besar kasus membaik dalam beberapa minggu tapi ada sekitar 15% kasus berlanjut sampai berbulan-bulan.

“Saat ini untuk mempercepat proses penyembuhan anosmia disarankan untuk melakukan smell training,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica.

Yang dibutuhkan untuk melakukan smell training jelas Dewi, siapkan 4 atau 5 jenis wewangian yang berbeda seperti mawar, lemon, kayu putih, cengkeh dan jahe. “Dapat juga memilih sumber bau lain yang sudah dikenal sebelumnya seperti parfum, bumbu dapur lain. Dilakukan beberapa menit sehari (minimal 2x sehari),” jelasnya.

Untuk latihan smell training terang Dewi, duduk dengan rileks dalam ruangan yang tenang, buka penutup botol salah satu wewangian dan dekatkan ke hidung, lalu hirup perlahan sekitar 20 detik. “Konsentrasi pada apa yang dihirup. Bila yang dihirup adalah parfum, fokuskan pikiran pada ingatan seperti apa wangi parfum tersebut seharusnya,” terangnya.

Menurut Dewi, latihan penciuman (smell training) terbukti efektif untuk penyembuhan anosmia. Beberapa penderita Covid-19 dengan gejala anosmia yang melakukan smell training rutin 2 kali sehari maka dalam waktu kurang dari 5 hari sudah bisa membau dengan sempurna.

“Tetapi harus difahami bahwa agar fungsi saraf penciuman dapat kembali normal memang dibutuhkan waktu. Beberapa orang memang memperoleh hasil lebih lama untuk memperoleh hasil terbaik, sehingga jangan putus asa,” tegasnya.

Dewi menambahkan pada awal-awal latihan mungkin tidak dapat mencium apa-apa. Cobalah untuk terus berlatih. “Latihan ini akan memberi peluang saraf penghidu (indera penciuman) memperbaiki diri lebih cepat dan latihan penghidu ini dapat dilakukan selama 3 bulan, tergantung lamanya gejala anosmia yang dirasakan,” pungkasnya. (wan)