Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > Korwil Dikdaya Dringu Gelar Workshop Perpustakaan Ramah Anak

Korwil Dikdaya Dringu Gelar Workshop Perpustakaan Ramah Anak

DRINGU – Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Dringu menggelar workshop peningkatan kapasitas layanan pendidikan dalam rangka pengembangan perpustakaan di Aula SDN Pabean Kecamatan Dringu, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkuat kualitas layanan perpustakaan sekaligus mendorong tumbuhnya budaya membaca yang ramah, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik.

Workshop diikuti seluruh kepala sekolah dan guru se-Kecamatan Dringu serta satu penanggung jawab perpustakaan dari masing-masing lembaga. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa oleh pengawas dengan harapan seluruh materi yang diberikan dapat dipahami dan diterapkan di sekolah masing-masing.

Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Dringu Siti Chusnul Khotimah mengatakan pengembangan perpustakaan perlu menjadi perhatian bersama karena perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran dan membangun kebiasaan membaca peserta didik.

“Workshop ini menjadi kesempatan bagi kepala sekolah dan penanggung jawab perpustakaan untuk mendapatkan pemahaman serta pengalaman baru dalam mengembangkan layanan perpustakaan. Harapannya, apa yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan di masing-masing sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, konsep perpustakaan ramah anak perlu diwujudkan melalui suasana yang membuat peserta didik merasa nyaman dan senang berada di perpustakaan. Pengelolaan perpustakaan juga membutuhkan keterlibatan berbagai unsur di sekolah, sehingga layanan yang diberikan dapat berjalan secara optimal.

“Kami ingin perpustakaan bukan hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang yang menyenangkan bagi anak untuk membaca, belajar, berdiskusi dan mengembangkan kreativitas. Karena itu, kolaborasi antara kepala sekolah, guru, pengelola perpustakaan dan siswa menjadi sangat penting,” jelasnya.

Salah satu kegiatan dalam workshop peningkatan kapasitas layanan pendidikan dalam rangka pengembangan perpustakaan. (Foto : Korwil Dringu)

Materi workshop disampaikan oleh Kepala Sekolah dan Tim Perpustakaan SDN Kedungdalem II. Materi pertama disampaikan Endang Purwaningsih yang membahas dasar hukum dan kebijakan perpustakaan serta Program Perpustakaan Ramah Anak “Mutiara Rindang”.

Peserta diajak memahami pentingnya menciptakan perpustakaan yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui ice breaking sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dan menyenangkan.

Selanjutnya, Luthvia Nuravitalia menyampaikan materi tentang konsep Perpustakaan Ramah Anak “PERAN” serta salah satu dari empat rutinitas pertama, yakni “Jenjang”. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai tujuan, model, komitmen, kolaborasi serta pembagian peran antara kepala sekolah, guru koordinator, pustakawan, guru kelas dan siswa relawan. Materi tersebut juga dilengkapi dengan pengenalan penjenjangan buku, kode jenjang hingga praktik penerapannya dalam pengelolaan perpustakaan sekolah.

Materi berikutnya membahas rutinitas “Perawatan” yang disampaikan Endang Purwaningsih. Peserta mempelajari berbagai cara merawat koleksi buku agar tetap awet, termasuk praktik membuka buku dengan benar. Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penataan rak, buku, jendela serta lingkungan perpustakaan agar tetap nyaman dan mendukung aktivitas membaca.

Sementara materi “Peminjaman” disampaikan Luthvia Nuravitalia. Materi tersebut mencakup prosedur peminjaman dan pengembalian buku, pengisian kartu peminjaman serta keterlibatan siswa relawan, guru kelas dan pustakawan dalam memberikan layanan kepada pengguna perpustakaan.

Tidak kalah penting, peserta juga mendapatkan materi “Peraturan Perpustakaan” yang disampaikan Anton Sih Ramadi. Materi dikemas melalui penjelasan, ice breaking, diskusi kelompok, praktik menyusun aturan menggunakan kalimat positif, presentasi hingga penyepakatan aturan sesuai alur aktivitas mulai dari masuk sampai keluar perpustakaan.

Workshop juga membekali peserta dengan empat kegiatan membaca meliputi “Membaca Nyaring” oleh Widoyo, “Membaca Bersama” oleh Devi Sylvianica, “Membaca Berpasangan” oleh Endang Purwaningsih serta “Membaca Mandiri” oleh Anton Sih Ramadi.

Workshop peningkatan kapasitas layanan pendidikan dalam rangka pengembangan perpustakaan di Aula SDN Pabean Kecamatan Dringu. (Foto : Korwil Dringu)

Keempat kegiatan tersebut diperkaya dengan praktik langsung dan teknik lima jari untuk menyesuaikan kemampuan serta jenjang bacaan peserta didik. Peserta juga diajak mempraktikkan kegiatan menceritakan kembali isi buku sebagai bagian dari penguatan pemahaman membaca.

Pada sesi terakhir, Endang Purwaningsih menyampaikan materi “Karya Siswa”. Peserta diajak memahami bahwa aktivitas membaca tidak berhenti pada kemampuan memahami isi buku, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai karya, baik dalam bentuk tulisan maupun gambar.

Chusnul menambahkan, pengembangan perpustakaan ramah anak sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan di satuan pendidikan. Karena itu, hasil workshop diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program dan kebiasaan nyata di sekolah.

“Yang paling penting setelah workshop ini adalah tindak lanjut. Masing-masing sekolah bisa menyesuaikan dan mengembangkan apa yang sudah dipelajari sesuai kondisi sekolahnya. Dengan begitu, perpustakaan dapat semakin hidup dan memberikan manfaat langsung bagi anak-anak,” tambahnya.

Antusiasme peserta terlihat selama praktik berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan dan mencoba mengembangkan hasil bacaan menjadi karya yang memiliki makna. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekaligus membangun budaya membaca yang ramah, nyaman, menyenangkan dan berpihak pada kebutuhan anak. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info