KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat upaya mewujudkan pesantren sehat melalui kegiatan orientasi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Kegiatan yang digelar pada Senin (13/7/2026) ini bertujuan meningkatkan kapasitas santri husada, pendamping Poskestren, pengasuh pondok pesantren serta petugas puskesmas dalam menjalankan program kesehatan di lingkungan pesantren.
Orientasi tersebut menjadi bagian dari strategi Dinkes Kabupaten Probolinggo untuk memperkuat layanan promotif dan preventif di pondok pesantren. Dengan meningkatnya pengetahuan para peserta, Poskestren diharapkan mampu berfungsi lebih optimal sebagai pusat pembinaan kesehatan sekaligus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya hidup sehat di kalangan santri.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi penting, di antaranya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan dan pengendalian penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC), Demam Berdarah Dengue (DBD) dan HIV, skrining kesehatan jiwa hingga pengelolaan kesehatan lingkungan di kawasan pondok pesantren.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai peran santri husada sebagai kader kesehatan yang memiliki tanggung jawab mengedukasi teman sebaya, memberikan contoh perilaku hidup sehat serta mendukung berbagai kegiatan promotif dan preventif di lingkungan pesantren.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan orientasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus kapasitas seluruh peserta agar mampu mengelola Poskestren secara lebih efektif.
“Kegiatan orientasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas peserta agar mampu mengelola Poskestren secara optimal serta menjadi penggerak perilaku hidup sehat di lingkungan pondok pesantren. Melalui pembinaan ini diharapkan tercipta sinergi antara pondok pesantren, puskesmas dan Dinas Kesehatan dalam mendukung terwujudnya pesantren sehat dan mandiri,” ujarnya.
Pelaksanaan orientasi dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi dan sesi tanya jawab. Metode tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertukar pengalaman sekaligus mendalami berbagai langkah praktis dalam menerapkan program kesehatan di lingkungan pesantren sesuai kondisi masing-masing.
“Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo bersama tenaga kesehatan dari puskesmas. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat pendampingan kepada Poskestren sehingga program kesehatan dapat berjalan secara berkesinambungan,” jelasnya.

Sri Wahyu berharap keberadaan Poskestren semakin aktif sebagai pusat edukasi kesehatan di pondok pesantren. Peran santri husada dinilai sangat penting dalam menumbuhkan kesadaran hidup bersih dan sehat di kalangan santri, mendorong deteksi dini penyakit menular, meningkatkan perhatian terhadap kesehatan jiwa serta menjaga kebersihan lingkungan pesantren.
“Melalui sinergi antara pondok pesantren, puskesmas dan pemerintah daerah ini kami optimistis budaya hidup sehat dapat terus berkembang. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pesantren yang lebih sehat, aman, nyaman dan mendukung terbentuknya generasi santri yang sehat, produktif serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan diri dan lingkungan,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
