MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop penguatan manajemen puskesmas di era transformasi Lntegrasi Layanan Primer (ILP) guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Senin hingga Rabu (11-13/5/2026) di UPT Latkesmas Murnajati Lawang, Malang ini menyasar tim kerja lintas bidang di lingkungan Dinkes Kabupaten Probolinggo.
Workshop yang dilaksanakan dengan metode klasikal selama tiga hari ini mencakup materi krusial seperti manajemen data dan informasi, manajemen mutu hingga rencana tindak lanjut pasca-pelatihan. Pelatihan ini dipandu oleh para fasilitator ahli, termasuk Dr. dr. Heri S. Widodo, SH., MH., M.Kes. dan tim profesional lainnya.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica menekankan pentingnya adaptasi manajemen terhadap paradigma baru pelayanan kesehatan. “Transformasi layanan primer bukan sekadar perubahan administratif, melainkan penguatan fondasi sistem kesehatan melalui siklus hidup dan pemantauan wilayah,” katanya.

Dalam keterangannya, dr. Dewi Vironica mengatakan transformasi layanan primer bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan primer yang komprehensif dan berkualitas bagi seluruh penduduk Indonesia, baik perorangan maupun masyarakat. “Pelayanan kesehatan primer yang berkualitas adalah pondasi bagi sistem pelayanan Kesehatan,” katanya.
Menurut Dewi, fokus transformasi layanan primer meliputi siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan kesehatan sekaligus sebagai fokus penguatan promosi dan pencegahan serta mendekatkan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun, termasuk untuk memperkuat promosi dan pencegahan serta resiliensi terhadap pandemic. “Selain itu, memperkuat Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) melalui pemantauan dengan dashboard situasi kesehatan per desa,” jelasnya.
Dewi menerangkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tim kerja Dinkes terkait dasar kebijakan Puskesmas Integrasi Layanan Primer, meningkatkan pemahaman tim kerja Dinkes tentang manajemen data dan informasi serta meningkatkan pemahaman tim kerja Dinkes tentang kepemimpinan berakhlak. “Selanjutnya meningkatkan pemahaman tim kerja Dinkes tentang manajemen mutu serta meningkatkan pemahaman tim kerja Dinkes tentang manajemen Puskesmas,” lanjutnya.

Lebih lanjut Dewi menerangkan workshop ini adalah langkah strategis untuk menyatukan persepsi seluruh bidang di Dinkes Kabupaten Probolinggo. Di era transformasi ini, dituntut untuk memperkuat manajemen puskesmas yang berbasis pada data serta kepemimpinan yang berakhlak agar akses layanan hingga tingkat desa benar-benar berkualitas dan komprehensif.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sebagai penerima manfaat akhir dari sistem kesehatan yang lebih resilien dan terintegrasi. Pelayanan primer yang kuat adalah kunci ketahanan kesehatan kita. Dengan manajemen yang solid, kita bisa lebih cepat merespons situasi kesehatan melalui dashboard pemantauan wilayah setempat yang akurat,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
