KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar orientasi pembinaan posyandu bidang kesehatan bagi tenaga kesehatan (nakes) puskesmas angkatan II di Alino Cafe & Eatery Kraksaan, Rabu hingga Kamis (24-25/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Orientasi tersebut diikuti oleh bidan dan tenaga gizi dari seluruh puskesmas di Kabupaten Probolinggo. Mereka merupakan tenaga kesehatan yang memiliki peran strategis dalam melakukan pembinaan, pendampingan serta penguatan layanan posyandu di wilayah kerja masing-masing.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan penguatan materi terkait kebijakan posyandu, peran tenaga kesehatan dalam pembinaan posyandu serta strategi implementasi pembinaan sesuai arah transformasi layanan kesehatan primer yang saat ini terus dikembangkan pemerintah.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi dan berbagi pengalaman antar tenaga kesehatan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Berbagai praktik baik dalam pembinaan posyandu turut dibahas sebagai referensi untuk meningkatkan kualitas pelayanan di masing-masing wilayah.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah mengatakan orientasi ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan agar mampu menjalankan fungsi pembinaan posyandu secara optimal.

“Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan. Karena itu tenaga kesehatan yang menjadi pembina posyandu harus memiliki pemahaman yang sama terkait kebijakan, tata kelola dan strategi pembinaan sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin berkualitas,” katanya.
Menurut Sri Rusminah, transformasi layanan kesehatan primer menempatkan posyandu sebagai salah satu elemen penting dalam upaya promotif dan preventif. Oleh sebab itu, kapasitas tenaga kesehatan pendamping harus terus diperkuat agar mampu menyesuaikan dengan perkembangan kebijakan dan kebutuhan masyarakat.
“Melalui orientasi ini kami ingin memperkuat kemampuan bidan dan tenaga gizi dalam mendampingi posyandu, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan status gizi, pencegahan stunting hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.
Sri Rusminah menambahkan keberhasilan posyandu tidak hanya ditentukan oleh kader, tetapi juga oleh kualitas pembinaan yang dilakukan tenaga kesehatan. Dengan pendampingan yang baik, posyandu dapat menjalankan fungsinya secara lebih efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
“Forum ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman antar peserta. Dari berbagai praktik baik yang disampaikan, kami berharap dapat muncul inovasi dan solusi untuk mengatasi tantangan pembinaan posyandu di masing-masing wilayah,” terangnya.

Lebih lanjut Sri Rusminah menegaskan Dinkes Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan melalui berbagai pelatihan dan orientasi yang berkelanjutan.
“Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini, para tenaga kesehatan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di wilayah kerjanya masing-masing sehingga kualitas pelayanan posyandu semakin meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo berharap posyandu semakin mampu menjalankan perannya sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar yang aktif dalam mendukung kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
