Thursday, October 8, 2026
Depan > Kesehatan > TP PKK Kabupaten Probolinggo Dorong Remaja Sehat Lewat Maha Emas

TP PKK Kabupaten Probolinggo Dorong Remaja Sehat Lewat Maha Emas

KREJENGAN – Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mendorong penguatan kesehatan remaja melalui sosialisasi Remaja Sehat Mandiri Berkualitas (Maha Emas) di Pendopo Kecamatan Krejengan, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti pengurus TP PKK Kecamatan Krejengan dan TP PKK Desa se-Kecamatan Krejengan. Sosialisasi menjadi bagian dari upaya memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam membentuk remaja yang sehat, mandiri, berkualitas serta mampu mempersiapkan diri menuju kehidupan dewasa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah, Wakil Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Probolinggo Siti Cholifah, Sekretaris Pokja IV Choirotul Hayyun serta Kepala Puskesmas Krejengan Nurul Avif Dwi Sukmana.

Ketua IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah mengatakan program Maha Emas memiliki peran strategis dalam mendukung upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Probolinggo.

“Kesehatan remaja merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas. Melalui Maha Emas, kita ingin membangun kemandirian remaja dalam berperilaku sehat sejak dini,” katanya.

Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan ibu tidak cukup dilakukan ketika seorang perempuan sudah hamil. “Upaya pencegahan perlu dimulai sejak masa remaja, termasuk melalui edukasi kesehatan reproduksi, kesehatan jiwa dan pembentukan perilaku hidup sehat,” lanjutnya.

Sri Rusminah menjelaskan, AKI merupakan salah satu indikator penting untuk melihat kondisi kesehatan ibu dan kualitas pelayanan kesehatan. Berbagai komplikasi dapat meningkatkan risiko kematian ibu, antara lain perdarahan, preeklamsia dan eklamsia, infeksi, komplikasi persalinan, gangguan jantung dan pembuluh darah hingga anemia berat.

Karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara berkesinambungan. Salah satunya dengan mempersiapkan kesehatan remaja agar ketika memasuki usia reproduksi mereka memiliki pengetahuan dan kondisi kesehatan yang lebih baik.

Ketua IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Kabupaten Probolinggo Sri Rusminah dalam kegiatan sosialisasi Remaja Sehat Mandiri Berkualitas (Maha Emas). (Foto : Dinkes)

“Kita tidak hanya berbicara tentang kesehatan ibu hamil. Kesehatan calon pengantin dan remaja juga harus diperhatikan karena semuanya merupakan bagian dari mata rantai pencegahan kematian ibu dan bayi,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik kelompok remaja. Remaja merupakan kelompok usia 10 tahun hingga sebelum 18 tahun yang mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis dan sosial.

“Masa tersebut penting karena menjadi periode pembentukan kebiasaan dan karakter yang akan berpengaruh terhadap kesehatan pada masa berikutnya. Karena itu, remaja perlu dibekali kemampuan untuk mengambil keputusan secara tepat serta bertanggung jawab terhadap kesehatan dirinya,” terangnya.

Sri Rusminah menerangkan kesehatan remaja tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Aspek kesehatan mental dan emosional juga harus mendapatkan perhatian. Demikian pula dengan pola makan bergizi, aktivitas fisik, kesehatan reproduksi serta pencegahan penyakit.

“Remaja harus tumbuh sehat secara fisik maupun mental. Mereka perlu mendapatkan lingkungan yang mendukung agar dapat berkembang sesuai kemampuan, minat dan bakatnya,” tegasnya.

Program Maha Emas juga diarahkan untuk memberikan intervensi kepada remaja yang memiliki risiko kesehatan. Gambaran mengenai kondisi kesehatan umum, kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa remaja menjadi bagian penting dalam menentukan langkah pendampingan.

“Dalam pencegahan kematian ibu, keluarga juga memiliki peran besar. Edukasi mengenai usia ideal kehamilan, pemeriksaan kehamilan, pendampingan keluarga, pengaturan jarak kelahiran serta pencegahan perkawinan usia dini perlu terus disampaikan kepada masyarakat,” tambahnya.

Dukungan keluarga lanjut Sri Rusminah, dibutuhkan agar remaja memperoleh pengasuhan, pendidikan dan perlindungan yang memadai. Keluarga juga diharapkan membantu remaja mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan. Selain keluarga, keterlibatan remaja sendiri menjadi unsur penting. Mereka perlu didorong untuk aktif menjaga, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan diri.

“Melalui sosialisasi Maha Emas ini diharapkan semakin banyak keluarga memahami pentingnya investasi kesehatan sejak masa remaja. Dengan remaja yang sehat dan mandiri, diharapkan terbentuk generasi yang cerdas, produktif dan siap menjadi bagian dari pembangunan daerah,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info