Thursday, February 29, 2024
Depan > Kesehatan > Dinkes Berikan Pelatihan Pegelola TB Puskesmas

Dinkes Berikan Pelatihan Pegelola TB Puskesmas

Reporter : Syamsul Akbar
SITUBONDO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan pengelola TB puskesmas di Hall Meeting Utama Raya Resort, Situbondo, Rabu dan Kamis (10-11/8/2022).

Kegiatan yang diikuti oleh 33 pengelola program TB puskesmas ini melibatkan Sub Koordinator P2PM Dinkes Kabupaten Probolinggo, pemegang program/wasor TB Dinkes Kabupaten Probolinggo dan TO GF TB Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi analisa dan situasi program TB di Kabupaten Probolinggo oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo Mujoko, diagnosis dan tata laksana (TBC sensitive obat, TBC resistan obat, TBC ekstraparu, TB HIV dan TB-DM) oleh dr. Faujizah Sri Rahmawati, Sp.P, diagnosis dan tata laksana TBC pada anak, pemberian TPT pada balita dan demotrasi prosedur mantoux test pada anak oleh dr Muhammad Reza, M.Biomed, Sp.A (K).

Selanjutnya evaluasi capaian program TB di Kabupaten Probolinggo serta kebijakan dan strategi program TB di Kabupaten Probolinggo oleh dr Dewi Vironica serta pencatatan dan pelaporan program TB oleh Ellysa Aprilia Nuraini.

Epidemiologi Ahli Muda pada Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Pengelola TB di Puskesmas dalam tata laksana dan penanggulangan program TB.

Selain itu, pelatihan program pengendalian Tuberkulosis di puskesmas/FKTP dalam skrining kasus komorbid TB dan peningkatan pelayanan jaringan internal dan eksternal, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam prosedur skrining kasus komorbid TB Program Pengendalian TB di tingkat Puskesmas/FKTP serta mendorong pelaksanaan kegiatan dalam rangka percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Dewi menjelaskan di Kabupaten Probolinggo jumlah kasus TBC pada tahun 2021 sebanyak 1.193 kasus dari total target sebanyak 2.572 (46,41%) dengan angka keberhasilan pengobatan sebesar 91%. Disamping itu terdapat 33 kasus anak, 22 kasus TB-HIV dan 14 kasus TB-MDR pada tahun 2021.

“Capaian terduga TBC yang ditemukan hanya sebesar 3.027 dari total target 12.060 (25,09%) . Laporan ini tentunya masih jauh dari target capaian yang diharapkan untuk bisa menuju eliminasi TBC 2030 mendatang,” terangnya.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo Mujoko mengatakan di Kabupaten Probolinggo hingga Trimester 2 tahun 2022 ini, baru bisa menemukan 2.830 terduga dengan capaian treatment coverage sebanyak 660 kasus (26%). Untuk capaian penemuan dan pengobatan TB anak sebanyak 26 kasus. Untuk capaian TB-HIV, terdapat 453 pasien yang sudah diketahui status HIV nya dan 207 pasien TB yang belum diskrining HIV.

“Dari skrining TB-HIV ditemukan 12 kasus positif HIV namun masih belum ada laporan atau pencatatan apakah pasien TB-HIV tersebut sudah atau belum mendapatkan ART dan PPK. Sedangkan untuk kegiatan skrining TB-DM masih belum berjalan dengan optimal,” katanya.

Menurut Mujoko, hingga trimester ini telah ditemukan 6 kasus TB-MDR baru di Kabupaten Probolinggo dengan 5 pasien telah memulai pengobatan TB-RO dan 1 pasien meninggal sebelum pengobatan.

“Dari kondisi tersebut, diperlukan adanya peningkatan kapasitas petugas TB khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yaitu puskesmas melalui kegiatan pelatihan Pengelola TB Puskesmas demi mewujudkan pelayanan TB yang berkualitas dan komprehensif di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)