Friday, December 8, 2023
Depan > Kemasyarakatan > DKUPP Berikan Pendidikan Perkoperasian

DKUPP Berikan Pendidikan Perkoperasian

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo memberikan pendidikan perkoperasian di Café & Resto Pantai Binor Harmony Desa Binor Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, Rabu hingga Jum’at (10-12/8/2022).

Pendidikan perkoperasian ini diikuti oleh 40 orang dari unsur anggota koperasi dan kelompok strategis di Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi pemasyarakatan jatidiri koperasi, penguatan kelembagaan usaha berbasis badan hukum koperasi, penguatan usaha koperasi dan penguatan ekosistem usaha berbasis koperasi oleh narasumber dari Lapenkop Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Perkoperasian DKUPP Kabupaten Probolinggo Endang Rustiningsih didampingi Pengawas Koperasi Muda DKUPP Kabupaten Probolinggo Mochamad Iqbal Mahardiyani dan Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto melalui Plt Kepala Bidang Perkoperasian Endang Rustiningsih mengatakan peranan koperasi dan UMKM (K-UMKM) sangat besar bagi perekonomian bangsa. K-UMKM adalah penggerak utama sendi-sendi ekonomi rakyat dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“K-UMKM merupakan amanah dari para pendiri bangsa yang harus dijaga oleh generasi penerus bangsa, sebagaimana tertuang pada Undang-undang Dasar (UUD) Republik Indonesia tahun 1945 pasal 33 ayat (1) yang berbunyi Perekonomian Disusun Sebagai Usaha Bersama Berdasar Atas Asas Kekeluargaan,” katanya.

Endang menjelaskan koperasi dan UMKM merupakan wujud nyata pelaksanaan ekonomi yang berlandaskan atas kekeluargaan dan gotong royong. Khittah dan histori koperasi adalah wadah usaha dan kesejahteraan bersama bagi pelaku UMKM.

“Dengan usaha bersama dalam wadah koperasi berbagai kemudahan dan penguatan akan diperoleh, mulai dari aspek kelembagaan, produksi, pasar, permodalan dan perizinan. Kelebihan berkoperasi bagi pelaku usaha adalah pada komitmen dan kebersamaan atas kepentingan ekonomi yang sama untuk melayani dan mencukupi kebutuhan bersama, sebagai wadah partisipasi untuk pelaku UMKM serta meningkatkan kesejahteraan bersama,” jelasnya.

Menurut Endang, penguatan kelembagaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam wadah koperasi adalah keniscayaan dalam pengembangan UMKM untuk mewujudkan program UMKM naik kelas.

“K-UMKM yang inovatif, adaptif dan kekinian akan terus mampu mewarnai dan mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa di tengah deraan globalisasi dan pandemi Covid-19 serta menjadi pemenang di era ekonomi kompetitif revolusi industri 4.0 dengan tetap berpegang teguh pada jatidiri bangsa,” terangnya.

Endang menambahkan K-UMKM harus bangkit bersama dan bersatu serta out off the box (keluar dari kebiasaan), adaptif terhadap perubahan dan terus meningkatkan ketangguhan dan memperkuat daya saing di tengah persaingan global revolusi industri.

“Melalui kegiatan ini harapan saya K-UMKM dapat membangun kerjasama menjadi ekosistem bisnis untuk bangkit mengembangkan usaha bersama serta mewujudkan jatidiri bangsa melalui pemahaman asas kekeluargaan dan gotong royong sebagaimana jatidiri koperasi,” pungkasnya. (wan)