Depan > Kesehatan > Jelang Lebaran, Kemenag Lakukan Gerakan 1 Juta Vaksinasi Booster

Jelang Lebaran, Kemenag Lakukan Gerakan 1 Juta Vaksinasi Booster

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Jelang lebaran hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dan Polres Probolinggo melakukan gerakan 1 juta vaksinasi booster.

Kamis (21/4/2022), gerakan 1 juta vaksinasi booster untuk tahap 2 dilaksanakan serentak di 21 titik Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan serta Kantor PCNU Kota Kraksaan (KUA Kraksaan, KUA Krejengan dan KUA Pajarakan). Selain itu juga lembaga Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di bawah naungan Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo.

Sasaran dari gerakan 1 juta vaksinasi booster untuk tahap 2 ini adalah guru RA, MI, MTs, MA non PNS dan majelis taklim serta PHDI (Parisadha Hindu Dharma Indonesia) dan WHDI (Wanita Hindu Dharma Indonesia) di Kabupaten Probolinggo. Persyaratannya membawa sertifikat vaksin sebelumnya dan membawa KTP atau KK.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan program 1 juta vaksinasi booster ini dilakukan dalam rangka untuk mengantisipasi sebentar lagi memasuki lebaran. Supaya masyarakat yang mau mudik itu merasa aman dan nyaman ketika berkumpul dengan keluarganya.

“Untuk program 1 juta vaksinasi booster dari Kemenag Kabupaten Probolinggo ini terbagi dalam beberapa tahap. Untuk yang serentak hari ini adalah tahap kedua dengan sasaran guru guru RA, MI, MTs dan MA non PNS serta masyarakat umum,” katanya.

Bahtiar menerangkan untuk tahap 1 dimulai tanggal 12 hingga 22 April 2022 di 28 titik meliputi Kantor Kemenag Kabupaten Kabupaten Probolinggo, Masjid Agung Ar Raudlah Kraksaan, PPS Darul Falah Pajarakan serta 24 KUA Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo .

“Sasarannya adalah ASN Kemenag dan masyarakat umum yang dipadukan dengan program Gema Rindu Ramadhan (Gerakan Menyantuni Ribuan Dhuafa). Untuk tahap pertama ini kita menyiapkan 7.446 paket bingkisan bagi kaum dhuafa. Mereka akan mendapatkan santunan kalau mau divaksin. Jika tidak mau divaksin tidak kita beri santunan,” jelasnya.

Menurut Bahtiar, program 1 juta vaksinasi booster ini bertujuan untuk membentuk herd immunity atau kekebalan masyarakat agar masyarakat itu betul-betul sehat dan kuat kalau kemudian terpapar Covid-19.

“Selain itu, menjelang lebaran tentunya akan banyak masyarakat yang mau mudik. Kalau kemudian masyarakat tidak dibekali dengan vaksin booster, khawatir pasca lebaran dengan mudiknya itu terjadi lonjakan kasus. Jadi ini dalam rangka keamanan masyarakat dalam bermudik,” terangnya.

Disamping memprioritaskan vaksinasi booster terang Bahtiar, pihaknya juga tetap melayani masyarakat yang akan melaksanakan vaksinasi dosis 1 dan 2. “Kita sudah menyampaikan ke Dinas Keseatan program ini hanya untuk booster saja. Tetapi tetap harus menyiapkan vaksin dosis 1 dan 2 untuk melayani masyarakat. Ternyata banyak juga yang melakukan vaksin dosis 2,” tegasnya.

Bahtiar mengharapkan dengan tervaksinnya masyarakat sekitar 60 hingga 70 persen, maka herd immunity sudah bisa terbangun. Kalau sudah semuanya tervaksin, mudah-mudahan semua kegiatan dan aktifitas sudah bisa dilakukan kembali dengan normal, terutama di bidang ekonomi.

“Kasihan masyarakat, terutama pedagang kaki lima maupun pelaku travel. Karena jika tidak level 1, maka akan ada pembatasan-pembatasan sehingga ekonominya menjadi lumpuh. Kasihan mereka tidak mempunyai penghasilan. Itulah niat utama kita melakukan gerakan 1 juta vaksinasi booster,” ujarnya.

Lebih lanjut Bahtiar mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam rangka melindungi diri. Karena memang kewajiban seorang muslim itu adalah menjaga dirinya dan jiwanya. Ini bukan lagi program pemerintah semata, tetapi kebutuhan masyarakat untuk mengamanan dirinya dari terpaparnya virus Covid-19.

“Insya Allah Kemenag akan terus melakukan vaksinasi booster. Rencananya untuk tahap ketiga sasarannya adalah siswa madrasah Aliyah dan tahap keempat setelah lebaran adalah lansia. Kita siapkan dengan bantuan mukena karena kita punya program Rasa Seribu Muka atau Gerakan Sumbang Seribu Mukena. Nanti yang akan diberikan mukena adalah mereka yang siap untuk divaksin booster di tahap keempat,” pungkasnya. (wan)