Depan > Kemasyarakatan > Dampak Baik Jembatan Kaca Seruni Point Bagi Masyarakat Tengger

Dampak Baik Jembatan Kaca Seruni Point Bagi Masyarakat Tengger

Reporter : Mujiono
SUKAPURA – Program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) pembangunan infrastruktur jembatan gantung dari kaca Seruni Point akan membawa dampak positif bagi masyarakat khususnya para komunitas Tengger. Hal lain adanya sumber mata air bersih di kawasan Bromo Tengger Semeru dapat mendukung kebutuhan hidup masyarakat.

Sebagaimana dalam konsultasi publik tentang program KSPN, Kamis (18/11/2021) di ruang pertemuan Lava Hill Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo telah disampaikan aspirasi dalam mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur jembatan kaca yang berada di Seruni Point.

Proses pembangunan jembatan kaca sudah mulai dilaksanakan. Tentunya air sangat diperlukan dan dapat diambil dari sumber mata air yang ada di 4 (empat) titik di Seruni Point guna menunjang kelancaran proses pembangunan jembatan kaca maupun kebutuhan masyarakat sekitar di Seruni Point.

Sementara ketersediaan air dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun di Cemoro Lawang Desa Ngadisari masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat dan para tamu wisata. Hasil survey yang dilakukannya adalah hanya membutuhkan 2 (dua) liter per detik. Sedangkan kesediaan sumber mata air yang ada mencapai 4 (empat) liter per detik. Akses infrastruktur jalan menuju wisata jembatan kaca juga dapat menunjang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo juga akan melakukan perbaikan.

Dengan dibangunnya jembatan kaca ini menjadi sebuah potensi wisata baru yang dapat menarik simpatik pengunjung wisata. Dampak baik dapat dirasakan oleh masyarakat Tengger dan para komunitas di Bromo Tengger Semeru. Tentunya akan menunjang terhadap perekonomian masyarakat Bromo maupun masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Supoyo menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat didukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Probolinggo yang akan melakukan pembangunan infrastruktur jembatan kaca Seruni Point yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Tengger.

“Kegiatan ini merupakan bukti salah satu implementasi dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan mendapatkan dukungan penuh masyarakat Tengger. Terlebih dengan adanya air bersih dipersiapkan empat sumber mata air yang berada di kawasan Seruni Point yaitu penanjakan, tanjang, kedaluh tengah hingga salagindra untuk kebutuhan proses kelancaran pembangunan jembatan kaca,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Dirjen Sumber Daya Air pada Kementerian PUPR RI menegaskan untuk saat ini telah dilakukan pengujian kelayakan air pada empat mata air dan hasilnya untuk disalurkan pada kebutuhan masyarakat dan lokasi wisata. “Sementara pada empat mata air hasilnya mencapai 3,95 liter per detik dan sumber air yang dibutuhkan adalah 2 liter perdetik. Jadi masih ada surplus pada sumber air bersih,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief mengatakan untuk tahun 2022 mendatang akan dilakukan perbaikan infrastruktur jalan dari pintu gerbang menuju seruni point sepanjang 2,6 km. “Untuk tahun ini dilakukan perbaikan atau pematangan lahan dan sudah mulai dikerjakannya,” katanya. (y0n)