Monday, December 6, 2021
Depan > Kemasyarakatan > GHIPPA Ronggojalu Makmur Nominasi 6 Besar Lomba Penilaian Kinerja GHIPPA Jatim

GHIPPA Ronggojalu Makmur Nominasi 6 Besar Lomba Penilaian Kinerja GHIPPA Jatim

Reporter : Syamsul Akbar
TEGALSIWALAN – Sebuah prestasi membanggakan dipersembahkan oleh Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA) Ronggojalu Makmur Desa Sumberkledung Kecamatan Tegalsiwalan di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Saat ini, GHIPPA Ronggojalu Makmur masuk nominasi 6 (enam) besar dalam lomba penilaian kinerja HIPPA/GHIPPA tingkat Provinsi Jawa Timur. Ketika mengikuti sarasehan melalui zoom meeting, GHIPPA Ronggojalu Makmur mampu meraih peringkat pertama dengan total nilai 140,4.

Selain GHIPPA Ronggojalu Makmur, lomba penilaian kinerja GHIPPA Jawa Timur ini juga diikuti oleh GHIPPA dari Kabupaten Tulungagung, Magetan, Nganjuk, Jombang dan Jember. Senin (22/11/2021), GHIPPA Ronggajalu Makmur kedatangan tim visitasi lapangan lomba penilaian kinerja HIPPA/GHIPPA Provinsi Jawa Timur.

Tim yang dipimpin oleh Rose Rante Pademe dari Dinas PU dan SDA Provinsi Jawa Timur ini diterima di Kantor Sekretariat GHIPPA Ronggojalu Makmur Desa Sumberkledung Kecamatan Tegalsiwalan.

Kedatangan tim ini disambut oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Probolinggo Hengki Cahyo Saputra, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi, perwakilan Bappeda, Camat Tegalsiwalan A’at Kardono serta para pengurus dan anggota dari GHIPPA Ronggajalu Makmur.

Visitasi lapangan lomba penilaian kinerja HIPPA/GHIPPA ini diawali dengan pemaparan oleh pengurus GHIPPA Ronggojalu Makmur dan diakhiri dengan kunjungan lapang untuk penilaian dari aspek kelembagaan, teknis irigasi, teknis pertanian dan pembiayaan pendanaan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari menyampaikan sebetulnya mengikuti lomba ini bukan tujuan utama. Jadi pembinaan yang dilakukan merupakan sebuah upaya dalam memberikan pelayanan kepada petani, khususnya terkait dengan kebutuhan air.

“Jadi kalau di daerah hilir airnya dari hulu, karena di hilir sudah dibagi-bagi. Persoalan kekurangan air terutama pada waktu musim kemarau menjadi persoalan yang sering terjadi sehingga pembinaan yang dilakukan oleh tim teknis itu dalam rangka memaksimalkan pemenuhan kebutuhan air para petani,” katanya.

Hasyim menegaskan ternyata pembinaan yang dilakukan juga berimbas positif terhadap diadakannya lomba kinerja HIPPA/GHIPPA yang setiap tahun rutin dilakukan ini. Harapannya tentu menjadi juara 1 di tingkat Provinsi Jawa Timur dan menjadi wakil Jawa Timur di tingkat nasional.

“Kepada para petani, kami berharap untuk bidang administrasi, walaupun ini sifatnya lomba paling tidak dalam kehidupan sehari-hari bisa megikuti apa yang menjadi arahan dari tim dari Provinsi Jawa Timur,” harapnya.

Sementara Ketua Tim Visitasi Lapangan dari Dinas PU dan SDA Provinsi Jawa Timur Rose Rante Pademe mengungkapkan dalam lomba penilaian kinerja HIPP/GHIPPA ini ada beberapa aspek penilaian yang dilakukan mulai dari kelembagaan, teknis irigasi, teknis pertanian dan pembiayaan pendanaan.

“Tahapan lomba penilaian kinerja HIPPA/GHIPPA ini sudah dimulai pada bulan Agustus 2021, tetapi melalui zoom meeting. Hari ini kita datang melakukan inspeksi di lapangan untuk mencocokkan kondisi yang sebenarnya dengan administrasi yang sudah dikirimkan,” ujarnya.

Rose Rante Pademe mengharapkan lomba ini bisa memberikan semangat kepada para pengguna air dan petani pemakai untuk memacu mereka di dalam menata baik dalam pembagian airnya maupun didalam sistem pertaniannya. (wan)